ARTI HIDUP:: Bagian 17 - Moralitas
BAGIAN 17:
Dia dapati bahwa manusia (mempunyai potensi untuk) mendapatkan kemajuan melalui enam tahapan tentang penalaran moral. Curahkan perhatian khusus pada dua kata yang terakhir dari kalimat yang lalu, "Penalaran moral". Moral bukan hanyalah jawaban untuk diingat. Moral adalah melalui proses, suatu rumus untuk dihitung.
Tingkatan pertama penalaran moral adalah yang paling biasa pada anak kecil. Mereka melakukan apa yang dikatakan oleh figur otoritas sebab jika mereka tidak mereka akan dihukum. Itulah sejauh alasan mereka berjalan.
Tikatan kedua adalah dasarnya didefinisikan oleh egoisme. Anak pada tingkatan ini percaya bahwa mereka harus melakukan apa yang terbaik untuk mereka bahkan jika itu merugikan yang lain. Hanyalah kesempatan bagi mereka akan membantu yang lain jika ada sesuatu di dalamnya untuk kepentingan mereka.
Tingkatan ketiga perkembangan pada masa remaja. Di sini individu merupakan perhatian utama dengan persetujuan sosial. Jika orang lain melakukannya, maka itu boleh-boleh saja. Selebihnya terhadap dasar moral pada standar sosial orang-orang pada tingkatan penalaran moral, ini juga lebih condong berpikir bahwa niatan baik akan menjustifai atau menimbang perilaku menyimpang.
Pada tingkatan ke empat individu percaya dunia memiliki aturan, dan kita harus mengikuti aturan itu sebab itu adalah peraturan, dan peraturan adalah baik sebab mereka menjaga kita agar tetap aman. Pemikiran tingkatan ini adalah tipikal murid sekolah tinggi lebih tua.
Tingkatan ke lima adalah sedikit lebih abstrak, dan dengan mudah didapati antara mahasiswa. Orang-orang pada tingkatan ini percaya hukum merupakan penghubung sosial yang kita buat untuk menjaga kita agar aman, tetapi benar lebih penting daripada hukum, dan hukum bisa dirubah jika kita merubah mereka dengan cara yang demokratis. Orang-orang pada tingkatan penalaran moral, ini juga mengatakan hukum harus berperan yang terbaik untuk jumlah yang terbanyak.
Kahlberg mengatakan bahwa hampir tak seorangpun (jika ada orang) mencapai tingkatan ke enam, yang meng melibatkan pemikiran abstrak dan berkomitmen untuk mematuhi peraturan hanya dikarenakan mereka benar dan bukan karena hasilnya akan mempunyai konsekwesi empirikal apapun terhadap suatu individu. Tingkatan penalaran ini juga mengikuti bahwa peraturan dibuat untuk masyarakat; masyarakat tidak dibuat untuk peratturan, dan jika peraturan berhenti untuk membantu orang-orang, maka peraturan tidak lagi berguna dan dapat menjadikan rusak secara morallitas.
Apabila semua yang dikatakan di dalam buku ini sampai di sini adalah betul, maka tidak mengejutkan, sehingga sedikit orang mencapai tingkat enam. Kebanyakan orang tidak mempelajri, tidak memikirkan, dan tidak mencoba untuk tumbuh. Mereka bingung umur dan kesesuaan dengan kedewasaan. Mereka memandang jenius sebagai suatu yang berbeda dan dengan demikian sama buruknya. Mereka percaya tentang hal itu karena mereka, mereka sendiri, tidak berbeda, maka mereka harus baik. Jadi mereka mengakhiri untuk merayakan ketidaktahuan mereka dalam sisa hidup mereka. Dengan demikian, mereka tidak pernah mencapai tingkatan tertinggi dari penalaran moral. Adakah keraguan tidak ada kriminal karena moral yang buruk untuk program berita lokal anda untuk dilaporkan?
Jadi apakah rahasia untuk mencapai tingkatan paling tinggi dari penalaran moral? Tentu, anda harus berpikir secara logis dan secara abstrak, tetapi pernyataan itu pada dasarnya tidak jelas, sehingga tidak berguna. Kita dapat menjadi lebih tepat dari itu.
Di dalam berpikir pada tingkatan ke enam anda memerlukan tongkat pengukur yang valid secara empiris, sistematis, logis. Setiap tingkatan penalaran memakai tongkat pengukuran yang berbeda: Penghargaan atau hukuman dari otoritas atau penguasa, apa yang anda inginkan, apa yang menyenangkan masyarakat, apa peraturannya, dan apa yang bermanfaat bagi kebaikan bersama.
Tongkat pengukuran yang paling tinggi adalah arti kehidupan karena semua nilai yang anda lakukakn dapat diukur relatif terhadap bagaimana hal itu membantu atau melukai anda atau yang lain dalam memenuhi arti kehidupan.
Marilah memakai tongkat pengukur ini untuk mengembangkan metode sistimatis aturan moral.
Sistem yang selanjutnya didasarkan pada empat prinsip:
Maril gunakan masing-masing dari empat prinsip itu dan amati mereka sedikit lebih mendalam.
HADIAH KEHIDUPAN
1. Makhluk hidup bobotnya datang dari kenyataan bahwa dia hidup. Semua yang hidup adalah sama.
Semua yang hidup memiliki nilai tak terhingga tak perduli, periodenya. Ini juga berarti bahwa setiap orang adalah bernilai sama tak perduli apa yang telah mereka lakukan, apa tingkatan pendidikan yang mereka miliki, atau apa pangkat yang telah diberikan kepada mereka.
Satu implikasi dari hal itu adalah bahwa pembunuhan adalah secara hakiki tidak bermoral sebagaimana itu hukuman mati sepanjang pilihan atau opsi itu ada untuk menahan seorang pembunuh di penjara. Peraturan ini juga memvalidasi suatu Peraturan Emas, "Lakukan kepada yang lain, anda juga akan memberikannya kepada diri anda". Jika setiap orang adalah sama, maka apapun yang anda lakukan terhadap seseorang adalah secara moral sama dengan melakukan nya terhadap orang lain, termasuk diri anda sendiri. Jika anda melukai orang lain itu sama sebagaimana melukai diri anda sendiri. Jika anda membunuh orang lain itu sama saja anda melakukan bunuh diri.
PEMENUHAN ARTI KEHIDUPAN
2. Arti kehidupan bagi apasaja yang hidup adalah untuk memenuhi potensinya.
Apabila arti kehidupan bagi apasaja yang hidup adalah untuk memenuhi potensinya, dan setiap orang adalah sama. Maka pencegahan atau membantu orang lain memenuhi arti kehidupan adalah sama seperti pencegahan atau membantu diri anda sendiri dalam memenuhi arti kehidupan.
Hal ini berarti anda secara moral diwajibkan memenuhi arti kehidupan untuk diri anda sendiri, dan untuk selanjutnya bahwa anda diwajibkan untuk melakukan dengan cara yang sama anda diwajibkan membantu orang lain untuk memenuhi arti kehidupan mereka.
Dalam hal ini secara moral mengikuti peraturan yang sama sebagaimana tanggungjawab yang dijabarkan pada Bagian 9. Suatu tindakan adalah hanya bertanggungjawab apabila hal itu membantu anda mencapai tujuan mempertahankan hidup dan pemenuhan arti kehidupan dalam waktu yang lama.
Setiap masyarakat mempunyai peraturan yang mempertimbangkan moral bahwa dalam realitas tidak memiliki hubungan dengan moralitas. Sebafai contoh, kata-kata menyumpahi (sumpah) tidak memiliki dampak terhadap apapun dalam pemenuhan arti kehidupan. Ini berarti tidak ada justifikasi secara logis untuk mempertimbangkan mereka tidak bermoral atau menghukum orang yang mengatakan kata-kata sumpah di dalam TV atau radio. Hanyalah dasar dari yang seharusnya tidak bermoral dari kata-kata sumpah adalah kebodohan budaya. Hal yang sama terhadap hal yang tabu tentang mansturbasi, bertelanjang, homoseksual, poligini, dll.
KEBERTAHANAN HIDUP BAGI YANG TERKUAT
3. Setiap hal yang hidup perlu untuk memakan hal yang hidup lainnya untuk bertahan hidup. Setiap hal yang hidup harus bersaing untuk sumber yang sama agar bertahan hidup.
Dua titik pertama dalam sistem ini tentang suara etik sangat rapi di atas kertas, tetapi mereka
membentur suatu sobekan ketika dipakai pada dunia nyata sebab setiap hal yang hidup perlu memakan hal hidup lainnya untuk bertahan hidup. Setiap yang hidup juga butuh berlomba pada sUmber yang sama agar bertahan hidup. Berdasarkan pada dua titik pertama tentang prinsip moral ini berarti kita berlaku tidak bermoral setiap kali kita menggigit makanan atau mengambil cek gaji. Bagaimana kita pernah mendapatkan hati nurani yang baik untuk terus hidup mengetahui orang atau hal lainnya harus mati, sehingga kita dapat tetap hidup?
Agar dapat lolos dari hal ini kita perlu mengambil emosi keluar dari rumus untuk sementara waktu. Kenyataannya adalah, ini merupakan dunia kita hidup di dalamnya, dan suatu kebertahanan hidup dari yang paling kuat merupakan aturan mainnya. Jika setiap yang hidup itu sama, maka kita semua memiliki hak yang sama untuk mengkonsumsi satu dan lainnya dalam berkelahi untuk bertahan hidup dan tumbuh. Dalam hal di mana satu yang hidup harus mati untuk yang lain agar hidup sesuatu yang harus hidup adalah sesuatu yang mampu.
Ingat, falsafah ini berlaku hanya untuk hidup dan mati. Ingat bahwa yang kuat harus bertahan hidup adalah berbeda dengan mengatakan bahwa yang kuat harus mengeksploitasi yang lemah. Ingat, kita semua bernilai sama. Ini berarti kita secara sama diwajibkan membantu mereka yang dapat kita bantu (ketika tidak ada konflik darurat untuk kebertahanan hidup). Tak perduli bagaiman kuatnya anda itu masih tetap tidak bermoral untuk melukai secara sia-sia atau mengeksploitasi mereka yang lebih lemah dibandingkan dengan anda.
Lihatlah bagaimana hal ini dipakai pada perang dan dalam mempertahankan diri. Jika itu salah membunuh, maka apa yang akan anda lakukan ketika seorang perampok atau satu atau suatu pasukan menyerang anda? Diketahui bahwa keduanya hidup anda adalah secara sama bernilai anda akan menjustifikasi apakah anda mempertahankan diri anda atau membiarkan anda diserang. Bagaimanapun, jika anda mengetahui bahwa penyerang anda akan membunuh orang lain setelah anda, maka anda akan harus diwajibkan mencoba untuk membunuh mereka si penyerang itu.
Bagaimana dengan menggugurkan kandungan atau aborsi? Sesuai dengan konsep ini aborsi akan menjadi salah apabila alasan anda hanyalah agar seseorang untuk menghindari tanggungjawab. Bagaimanapun, jika mendapatkan bayi mengakibatkan kehidupan ibunya
atau makanan sedemikian langka pada lingkungan sekitar tempat tinggal yang orang lain akan harus kelaparan di dalam memberi makan bayinya, maka anda akan menjatifikasi apakah memiliki bayi atau menggugurkannya.
Marilah pakai itu pada pencurian. Mengapa pencurian secara haiki salah? Harus ada
alasan yang lebih kongkrit daripada "Tuhan mengatakan begitu" atau "sebab itu melawan
hukum." Mengapa Tuhan atau pembuat peraturan mengatakan salah?" Itu semua tergantung pada sumber daya. Anda tukar waktu kehidupan yang sangat berharga untuk bekerja demi uang yang anda miliki dan barang-barang yang telah anda beli dengannya. Mencuri uang atau kepunyaan adalah sama seperti pencurian kehidupan. Bagaimanapun, ini berarti tidak ada amoralitas yang melekat dalam pencurian terhadap apa yang telah dicuri. Lebih lanjut, anda akan dijastifikasi secara moral untuk mencuri apabila hal itu adalah hanyalah jalan bagi anda untuk bertahan hidup. Bagaimanapun, itu tidak berarti hukum mengijinkan anda mencuri juga. Hukum harus melindungi hak masyarakat. Tentu, apabila kita semua mengutamakan untuk memanej dan berbagi sumber-sumber kita, maka tak seorangpun perlu untuk mencuri.
HIRARKI LOGIS BAGI PRIORITAS
4. Kebutuhan yang paling dasar dalam kehidupan adalah bertahan hidup. Ke dua adalah keamanan. Ke tiga adalah aktualisasi diri. Ke empat adalah kebebasan.
Kehidupan bukanlah pertarungan tanpa akhir untuk kehidupan dan kematian. Kehidupan
adalah masih jauh lebih rumit daripada itu. Untuk itu, tongkat pengukur moral diperlukan agar mampu untuk memasukkan setiap dilema moral dalam kehidupan. Untuk melakukan itu anda perlu tentang pendifinisian yang baik untuk suatu hirarki terhadap prioritas. Ini tidak harus perlu untuk memasukkan peraturan pribadi pada setiap situasi yang pernah anda jumpai. Hal ini akan tidak mungkin. Anda secara sederhana perlu suatu daftar yang cukup digeneralisasi untuk mengatasi setiap situasi yang memungkinkan, dan daftar itu seharusnya sependek sebagaimana praktisnya untuk memastikan itu tidak mendapatkan kekacauan. Di sini suatu daftar sedemikian ringkas:
Ketika konflik kepentingan timbul antara dua hal yang hidup orang yang harus diijinkan untuk memproses untuk kepentingan mereka adalah orang yang menyampaikan kepentingan kebutuhan yang paling mendasar. Ketika konflik kepentimgannya sama, maka mahluk yang harus diijinkan untuk memproses untuk kepentingan mereka adalah dia yang mampu. Jika pernah ada konflik kepentingan di mana itu memungkinkan keduanya secara pertimbangan mengakomodasi tanpa yang satu mengalahkan yang lainnya, maka mereka harus mengambil jalan pada pengakomodasian.
Mari pakai dilema moral Kohlberg terhadap daftar ini. Apakah Heinz benar mencuri obat dari dokter bungkuk untuk menyelamatkan kehidupan istrinya? Itu tergantung.
1. Kebutuhan yang paling dasar dalam kehidupan adalah bertahan hidup.
Jika dokternya menghargai terlalu mahal, sehingga dia dapat membeli obat untuk menyelamatkan kehidupannya sendiri dari sakit terminal yang lain, maka dokternya benar untuk menghargai obatnya lebih mahal, tetapi Heinz akan juga benar mencoba mencuri obat.
2. Ke dua adalah keselamatan.
Seharusnya dokter itu memghargai lebih mahal semata-mata untuk memperkuat masa pensiunnya sendiri nanti. Bahkan demikian ini masih menyamakan pada suatu pergulatan untuk bertahan hidup, istri untuk bertahan dengan segera istri akan menterup keamanan masa depan dokter itu. Dengan demikian, Heinz akan menjastifikasi tentang pencurian obat itu. Bagaimanapun, pencurian obat hanya akan dijustifikasi sepanjang penyakit istrinya adalah terminal. Bahkan begitu, jika dia harus mengambil uang dari biaya tabungan pensiunnya untuk menyembuhkan sakit yang non-terminal istrinya, maka dia akan dijastifikasi dalam mencuri demi untuk keamanan masa depannya dan istrinya. Bagaimanapun, jika Heinz pernah datang pada suatu waktu melintasi dengan kelebihan uang pada masa depan, dia akan secara moral diwajibkan untuk membayar kembali dokternya, sehingga si dokter dapat memperkokoh masa pensiunnya yang sangat berharga itu.
3. Yang ke tiga adalah aktualisasi diri.
Dokter itu secara moral diwajibkan untuk menggapai aktualisasi diri sebagaimana dia membantu orang lain menggapai aktualisasi diri. Tak perduli apakah istrinya Heinz memiliki sakit yang bersifat terminal atau tidak, dengan menghargai lebih pasien oleh dokter untuk obatnya dia membatasi suatu sumber yang dapat mereka pakai untuk membantu mereka dalam menggapai aktualisasi diri mereka. Lupakan Heinz. Jika dokter hanya menghargai lebih untuk pengumpulan keuntungan, maka dia bersalah dengan mencuri tanpa maaf dan harus dimintai pertanggungjawaban dan jika tiada yang lain untuk memaksa merubah menjadi suatu jumlah yang wajar untuk obat miliknya. Kejahatannya adalah suatu usaha bukan hanya terhadap kebiasaan yang masuk akal, kesopanan umum, tetapi juga terhadap Pencipta kita dan semua kerja yang dipakai untuk penciptaan kehidupan.
4. Yang ke empat adalah keinginan bebas.
Permasalahan Heinz melawan doktor tamak itu tidak merembet sedemikian jauh ke dalam moralitas karena itu hanya tentang kehidupan dan kematian. Setelah seseorang telah mencapai aktualisasi diri kewajiban mereka hanyalah untuk melatih aktualisasi diri mereka dengan melakukan apapun yang ingin mereka lakukan (sepanjang itu tidak merusak satupun dari ketiga isi moralitas yang lalu). Dan apabila orang lain di sekeliling anda sedang menderita atau membutuhkan sekali, penderitaan mereka lebih diutamakan daripada khayalan anda.
MORALITAS
"Jangan pernah membiarkan perasaan moral anda berada pada suatu jalan tentang melakukan apa yang benar" Isaac Asimov
"Kebenaran adalah rahasia keagungan dan kebajikan, dasar dari otoritas moral; Hal itu adalah puncak dan seni tertinggi dari kehidupan" Henri Frederic Amiel
"Apa yang kita sebut 'moral' adalah secara sederhana patuh secara buta terhadap kata-kata perintah" Havelock Ellis.
"Apakah moralitas itu pada setiap waktu atau tempat yang sudah diberikan? Itu adalah apa yang moyoritas lalu terjadi di sana yang terjadi untuk dIsukai, dan tidak bermoral yaitu apa yang tidak disukai mereka". Alfred North.
Satu bagian penting dari setiap falsafah kehidupan adalah kode moral yang kokoh. Jika ada akhirat dan Tuhan yang akan mengadili perilaku anda, maka itu merupakan yang paling penting bahwa anda memiliki pengertian sejelas mungkin tentang moralitas sebab perilaku anda dalam kehidupan ini mungkin diadili pada kehidupan akhirat nanti. Bagaimanapun, ada suatu peluang sepertinya secara sama bahwa tidak ada Tuhan, suatu ruh, suatu tenaga yang akan mengadili perilaku anda, atau setelah kehidupan atau akhirat. Pada kasus yang manasaja, jika sitem moral yang anda ikuti adalah tidak lengkap atau tidak logis, maka kehidupan anda akan mengikutinya. Pada akhirnya itu berarti kehidupan anda akan sembarangan dan tidak produktif, dan itu hampir pasti bahwa hal ini akan menyebabkan pada anda sedang tidak mampu untuk memenuhi arti kehidupan. Lagipula, jika anda mengajari anak-anak anda suatu falsafah moral yang tidak logis anda akan membentuk mereka sampai menderita dengan konsekwensi yang sama, tidak logis. Tidak memenuhi arti kehidupan adalah nasib terburuk seorang manusia yang dapat diderita tak terkecuali apakah ada akhirat atau tidak. Ini berarti anda butuh untuk mengembangkan suatu pengertian logis dan sistematis tentang moralitas, dan anda perlu secara konstan memeriksa kembali dan memperbaiki sistem yang anda ikuti.
PENOLAKAN LAIN
Tujuan dari mengikuti apa bukan untuk mengatakan pada anda bagaimana anda harus hidup, meskipun anda mungkin memutuskan anda ingin menggabungkan beberapa dari apa yang anda baca pada sistem pribadi anda tentang etika. Jika anda memilih untuk menerima apasaja yang diikuti yang seharusnya anda tidak demikian pada suatu keimanan. Lakukan pemeriksaan logisnya di belakang ide-ide itu dan pastikan mereka lolos. Tak terkecuali apakah iya atau tidak anda memilih untuk menerima setiap kesimpulan yang dinyatakan di sini anda harus tetap mempu menggunakan mereka sebagai alat untuk menyelesaikan dua hal seperti berikut.
Pertama, gunakanlah itu untuk membantu anda memahami bahwa moral tradisi yang telah anda pelajari selagi anda sebagai seorang anak belum final katakan tentang moral. Anda diperbolehkan mengabaikan mereka, analisa moral yang lain, dan bahkan kembangkan milik anda sendiri. Anda tidak melakukan yang tidak boleh jika anda melakukan hal itu. Anda sedang melatih tenaga pikiran anda dan juga keinginan rasa bebas anda.
Kedua, gunakanlah itu untuk membantu memahami apakah suatu kode atau aturan moral sistematis itu dan mengapa itu penting untuk moral anda menjadi sistematis. Diperlukan alasan yang baik untuk setiap aturan yang anda ikuti, dan harus ada suatu penyebut pemersatu biasa di belakang itu semua. Setiap sistem moral harus memiliki suatu tujuan akhir. Dengan cara itu anda dapat melakukan aksi apapun dan mengukurnya terhadap tujuannya untuk menentukan nilai dari aksi itu.
TEORI KOHLBERG TENTANG PENGEMBANGAN MORAL
Suatu cara ilmiah yang memulai untuk menerangkan logisnya tentang moral adalah melihat pada hal itu melalui suatu kerangka kerja yang dikembangkan oleh psikolog, Lawrence Kohlberg.
Kohlberg menyatakan bahwa bagian dari pertumbuhan seseorang melibatkan pengembangan moral. Tidak diragukan kita semua setuju dengan itu, tetapi apa yang ia katakan terfokus pada penyelidikannya adalah bagaimana moral kita berkembang. Di dalam mendapatkan itu dia melakukan suatu study di mana dia menanyakan atau meminta orang-orang dari berbagai umur tentang apa yang mereka pikirkan yang paling benar untuk dilakukan apabila akan berada pada situasi teori berikut;
"Seorang perempuan sudah hampir mati dari semacam kanker khusus. Ada satu obat bius yang dokter pikir mungkin menyelamatkan dia. Itu suatu bentuk radium yang telah ditemukan oleh tukang obat bius pada kota yang sama akhir-akhir ini. Obat biusnya sangat mahal untuk dibuat, tetapi tukang obat biusnya menjualnya sepuluh kali lipat dari biaya produksi obat bius itu. Dia habis 200 Dollar untuk radium dan dijual 2000 Dollar untuk dosis kecil obat biusnya. Suami perempuan sakit itu, Heinz, pergi berkeliling pada setiap orang yang ia kenal untuk meminjam uang, tepapi dari semuanya ia hanya dapat 1000 Dollar, yang mana setengah dari harga yang dibutuhkan. Dia katakan pada tukang obat bius bahwa istrinya sedang sekarat dan memintanya untuk menjualnya lebih murah lagi atau ijinkan dia untuk mebayarnya kemudian. Tetapi tukang obat bius bilang, "Tidak, saya yang menemukan obat ini dan saya akan membuat uang dari nya". Sehingga Heinz mendapatkan kekecewaan dan merusak gudang orang itu untuk mencuri obat bius bagi istrinya. Haruskah Heinz merusak masuk ke dalam laboratorium untuk mencuri obat bius untuk istrinya? Mengapa atau mengapa tidak?".
Kohlberg tidak perduli apakah anda menjawab iya atau tidak. Dia hanya ingin mengetahui mengapa anda memberikan jawaban anda seperti itu. Teruskan dan jawab pertanyaan itu untuk diri anda dan lihat apa yang Kohlberg harus telah katakan tentang tingkatan anda berkenaan dengan perkembangan moral.
"Kebenaran adalah rahasia keagungan dan kebajikan, dasar dari otoritas moral; Hal itu adalah puncak dan seni tertinggi dari kehidupan" Henri Frederic Amiel
"Apa yang kita sebut 'moral' adalah secara sederhana patuh secara buta terhadap kata-kata perintah" Havelock Ellis.
"Apakah moralitas itu pada setiap waktu atau tempat yang sudah diberikan? Itu adalah apa yang moyoritas lalu terjadi di sana yang terjadi untuk dIsukai, dan tidak bermoral yaitu apa yang tidak disukai mereka". Alfred North.
Satu bagian penting dari setiap falsafah kehidupan adalah kode moral yang kokoh. Jika ada akhirat dan Tuhan yang akan mengadili perilaku anda, maka itu merupakan yang paling penting bahwa anda memiliki pengertian sejelas mungkin tentang moralitas sebab perilaku anda dalam kehidupan ini mungkin diadili pada kehidupan akhirat nanti. Bagaimanapun, ada suatu peluang sepertinya secara sama bahwa tidak ada Tuhan, suatu ruh, suatu tenaga yang akan mengadili perilaku anda, atau setelah kehidupan atau akhirat. Pada kasus yang manasaja, jika sitem moral yang anda ikuti adalah tidak lengkap atau tidak logis, maka kehidupan anda akan mengikutinya. Pada akhirnya itu berarti kehidupan anda akan sembarangan dan tidak produktif, dan itu hampir pasti bahwa hal ini akan menyebabkan pada anda sedang tidak mampu untuk memenuhi arti kehidupan. Lagipula, jika anda mengajari anak-anak anda suatu falsafah moral yang tidak logis anda akan membentuk mereka sampai menderita dengan konsekwensi yang sama, tidak logis. Tidak memenuhi arti kehidupan adalah nasib terburuk seorang manusia yang dapat diderita tak terkecuali apakah ada akhirat atau tidak. Ini berarti anda butuh untuk mengembangkan suatu pengertian logis dan sistematis tentang moralitas, dan anda perlu secara konstan memeriksa kembali dan memperbaiki sistem yang anda ikuti.
PENOLAKAN LAIN
Tujuan dari mengikuti apa bukan untuk mengatakan pada anda bagaimana anda harus hidup, meskipun anda mungkin memutuskan anda ingin menggabungkan beberapa dari apa yang anda baca pada sistem pribadi anda tentang etika. Jika anda memilih untuk menerima apasaja yang diikuti yang seharusnya anda tidak demikian pada suatu keimanan. Lakukan pemeriksaan logisnya di belakang ide-ide itu dan pastikan mereka lolos. Tak terkecuali apakah iya atau tidak anda memilih untuk menerima setiap kesimpulan yang dinyatakan di sini anda harus tetap mempu menggunakan mereka sebagai alat untuk menyelesaikan dua hal seperti berikut.
Pertama, gunakanlah itu untuk membantu anda memahami bahwa moral tradisi yang telah anda pelajari selagi anda sebagai seorang anak belum final katakan tentang moral. Anda diperbolehkan mengabaikan mereka, analisa moral yang lain, dan bahkan kembangkan milik anda sendiri. Anda tidak melakukan yang tidak boleh jika anda melakukan hal itu. Anda sedang melatih tenaga pikiran anda dan juga keinginan rasa bebas anda.
Kedua, gunakanlah itu untuk membantu memahami apakah suatu kode atau aturan moral sistematis itu dan mengapa itu penting untuk moral anda menjadi sistematis. Diperlukan alasan yang baik untuk setiap aturan yang anda ikuti, dan harus ada suatu penyebut pemersatu biasa di belakang itu semua. Setiap sistem moral harus memiliki suatu tujuan akhir. Dengan cara itu anda dapat melakukan aksi apapun dan mengukurnya terhadap tujuannya untuk menentukan nilai dari aksi itu.
TEORI KOHLBERG TENTANG PENGEMBANGAN MORAL
Suatu cara ilmiah yang memulai untuk menerangkan logisnya tentang moral adalah melihat pada hal itu melalui suatu kerangka kerja yang dikembangkan oleh psikolog, Lawrence Kohlberg.
Kohlberg menyatakan bahwa bagian dari pertumbuhan seseorang melibatkan pengembangan moral. Tidak diragukan kita semua setuju dengan itu, tetapi apa yang ia katakan terfokus pada penyelidikannya adalah bagaimana moral kita berkembang. Di dalam mendapatkan itu dia melakukan suatu study di mana dia menanyakan atau meminta orang-orang dari berbagai umur tentang apa yang mereka pikirkan yang paling benar untuk dilakukan apabila akan berada pada situasi teori berikut;
"Seorang perempuan sudah hampir mati dari semacam kanker khusus. Ada satu obat bius yang dokter pikir mungkin menyelamatkan dia. Itu suatu bentuk radium yang telah ditemukan oleh tukang obat bius pada kota yang sama akhir-akhir ini. Obat biusnya sangat mahal untuk dibuat, tetapi tukang obat biusnya menjualnya sepuluh kali lipat dari biaya produksi obat bius itu. Dia habis 200 Dollar untuk radium dan dijual 2000 Dollar untuk dosis kecil obat biusnya. Suami perempuan sakit itu, Heinz, pergi berkeliling pada setiap orang yang ia kenal untuk meminjam uang, tepapi dari semuanya ia hanya dapat 1000 Dollar, yang mana setengah dari harga yang dibutuhkan. Dia katakan pada tukang obat bius bahwa istrinya sedang sekarat dan memintanya untuk menjualnya lebih murah lagi atau ijinkan dia untuk mebayarnya kemudian. Tetapi tukang obat bius bilang, "Tidak, saya yang menemukan obat ini dan saya akan membuat uang dari nya". Sehingga Heinz mendapatkan kekecewaan dan merusak gudang orang itu untuk mencuri obat bius bagi istrinya. Haruskah Heinz merusak masuk ke dalam laboratorium untuk mencuri obat bius untuk istrinya? Mengapa atau mengapa tidak?".
Kohlberg tidak perduli apakah anda menjawab iya atau tidak. Dia hanya ingin mengetahui mengapa anda memberikan jawaban anda seperti itu. Teruskan dan jawab pertanyaan itu untuk diri anda dan lihat apa yang Kohlberg harus telah katakan tentang tingkatan anda berkenaan dengan perkembangan moral.
Dia dapati bahwa manusia (mempunyai potensi untuk) mendapatkan kemajuan melalui enam tahapan tentang penalaran moral. Curahkan perhatian khusus pada dua kata yang terakhir dari kalimat yang lalu, "Penalaran moral". Moral bukan hanyalah jawaban untuk diingat. Moral adalah melalui proses, suatu rumus untuk dihitung.
Tingkatan pertama penalaran moral adalah yang paling biasa pada anak kecil. Mereka melakukan apa yang dikatakan oleh figur otoritas sebab jika mereka tidak mereka akan dihukum. Itulah sejauh alasan mereka berjalan.
Tikatan kedua adalah dasarnya didefinisikan oleh egoisme. Anak pada tingkatan ini percaya bahwa mereka harus melakukan apa yang terbaik untuk mereka bahkan jika itu merugikan yang lain. Hanyalah kesempatan bagi mereka akan membantu yang lain jika ada sesuatu di dalamnya untuk kepentingan mereka.
Tingkatan ketiga perkembangan pada masa remaja. Di sini individu merupakan perhatian utama dengan persetujuan sosial. Jika orang lain melakukannya, maka itu boleh-boleh saja. Selebihnya terhadap dasar moral pada standar sosial orang-orang pada tingkatan penalaran moral, ini juga lebih condong berpikir bahwa niatan baik akan menjustifai atau menimbang perilaku menyimpang.
Pada tingkatan ke empat individu percaya dunia memiliki aturan, dan kita harus mengikuti aturan itu sebab itu adalah peraturan, dan peraturan adalah baik sebab mereka menjaga kita agar tetap aman. Pemikiran tingkatan ini adalah tipikal murid sekolah tinggi lebih tua.
Tingkatan ke lima adalah sedikit lebih abstrak, dan dengan mudah didapati antara mahasiswa. Orang-orang pada tingkatan ini percaya hukum merupakan penghubung sosial yang kita buat untuk menjaga kita agar aman, tetapi benar lebih penting daripada hukum, dan hukum bisa dirubah jika kita merubah mereka dengan cara yang demokratis. Orang-orang pada tingkatan penalaran moral, ini juga mengatakan hukum harus berperan yang terbaik untuk jumlah yang terbanyak.
Kahlberg mengatakan bahwa hampir tak seorangpun (jika ada orang) mencapai tingkatan ke enam, yang meng melibatkan pemikiran abstrak dan berkomitmen untuk mematuhi peraturan hanya dikarenakan mereka benar dan bukan karena hasilnya akan mempunyai konsekwesi empirikal apapun terhadap suatu individu. Tingkatan penalaran ini juga mengikuti bahwa peraturan dibuat untuk masyarakat; masyarakat tidak dibuat untuk peratturan, dan jika peraturan berhenti untuk membantu orang-orang, maka peraturan tidak lagi berguna dan dapat menjadikan rusak secara morallitas.
Apabila semua yang dikatakan di dalam buku ini sampai di sini adalah betul, maka tidak mengejutkan, sehingga sedikit orang mencapai tingkat enam. Kebanyakan orang tidak mempelajri, tidak memikirkan, dan tidak mencoba untuk tumbuh. Mereka bingung umur dan kesesuaan dengan kedewasaan. Mereka memandang jenius sebagai suatu yang berbeda dan dengan demikian sama buruknya. Mereka percaya tentang hal itu karena mereka, mereka sendiri, tidak berbeda, maka mereka harus baik. Jadi mereka mengakhiri untuk merayakan ketidaktahuan mereka dalam sisa hidup mereka. Dengan demikian, mereka tidak pernah mencapai tingkatan tertinggi dari penalaran moral. Adakah keraguan tidak ada kriminal karena moral yang buruk untuk program berita lokal anda untuk dilaporkan?
Jadi apakah rahasia untuk mencapai tingkatan paling tinggi dari penalaran moral? Tentu, anda harus berpikir secara logis dan secara abstrak, tetapi pernyataan itu pada dasarnya tidak jelas, sehingga tidak berguna. Kita dapat menjadi lebih tepat dari itu.
Di dalam berpikir pada tingkatan ke enam anda memerlukan tongkat pengukur yang valid secara empiris, sistematis, logis. Setiap tingkatan penalaran memakai tongkat pengukuran yang berbeda: Penghargaan atau hukuman dari otoritas atau penguasa, apa yang anda inginkan, apa yang menyenangkan masyarakat, apa peraturannya, dan apa yang bermanfaat bagi kebaikan bersama.
Tongkat pengukuran yang paling tinggi adalah arti kehidupan karena semua nilai yang anda lakukakn dapat diukur relatif terhadap bagaimana hal itu membantu atau melukai anda atau yang lain dalam memenuhi arti kehidupan.
Marilah memakai tongkat pengukur ini untuk mengembangkan metode sistimatis aturan moral.
Sistem yang selanjutnya didasarkan pada empat prinsip:
- Makhluk hidup bobotnya datang dari kenyataan bahwa dia hidup. Semua yang hidup adalah sama.
- Arti kehidupan bagi apasaja yang hidup adalah untuk memenuhi potensinya.
- Setiap hal yang hidup perlu untuk memakan hal yang hidup lainnya untuk bertahan hidup. Setiap hal yang hidup harus bersaing untuk sumber yang sama agar bertahan hidup.
- Kebutuhan yang paling dasar dalam kehidupan adalah bertahan hidup. Ke dua adalah keamanan. Ke tiga adalah aktualisasi diri. Ke empat adalah kebebasan.
Maril gunakan masing-masing dari empat prinsip itu dan amati mereka sedikit lebih mendalam.
HADIAH KEHIDUPAN
1. Makhluk hidup bobotnya datang dari kenyataan bahwa dia hidup. Semua yang hidup adalah sama.
Semua yang hidup memiliki nilai tak terhingga tak perduli, periodenya. Ini juga berarti bahwa setiap orang adalah bernilai sama tak perduli apa yang telah mereka lakukan, apa tingkatan pendidikan yang mereka miliki, atau apa pangkat yang telah diberikan kepada mereka.
Satu implikasi dari hal itu adalah bahwa pembunuhan adalah secara hakiki tidak bermoral sebagaimana itu hukuman mati sepanjang pilihan atau opsi itu ada untuk menahan seorang pembunuh di penjara. Peraturan ini juga memvalidasi suatu Peraturan Emas, "Lakukan kepada yang lain, anda juga akan memberikannya kepada diri anda". Jika setiap orang adalah sama, maka apapun yang anda lakukan terhadap seseorang adalah secara moral sama dengan melakukan nya terhadap orang lain, termasuk diri anda sendiri. Jika anda melukai orang lain itu sama sebagaimana melukai diri anda sendiri. Jika anda membunuh orang lain itu sama saja anda melakukan bunuh diri.
PEMENUHAN ARTI KEHIDUPAN
2. Arti kehidupan bagi apasaja yang hidup adalah untuk memenuhi potensinya.
Apabila arti kehidupan bagi apasaja yang hidup adalah untuk memenuhi potensinya, dan setiap orang adalah sama. Maka pencegahan atau membantu orang lain memenuhi arti kehidupan adalah sama seperti pencegahan atau membantu diri anda sendiri dalam memenuhi arti kehidupan.
Hal ini berarti anda secara moral diwajibkan memenuhi arti kehidupan untuk diri anda sendiri, dan untuk selanjutnya bahwa anda diwajibkan untuk melakukan dengan cara yang sama anda diwajibkan membantu orang lain untuk memenuhi arti kehidupan mereka.
Dalam hal ini secara moral mengikuti peraturan yang sama sebagaimana tanggungjawab yang dijabarkan pada Bagian 9. Suatu tindakan adalah hanya bertanggungjawab apabila hal itu membantu anda mencapai tujuan mempertahankan hidup dan pemenuhan arti kehidupan dalam waktu yang lama.
Setiap masyarakat mempunyai peraturan yang mempertimbangkan moral bahwa dalam realitas tidak memiliki hubungan dengan moralitas. Sebafai contoh, kata-kata menyumpahi (sumpah) tidak memiliki dampak terhadap apapun dalam pemenuhan arti kehidupan. Ini berarti tidak ada justifikasi secara logis untuk mempertimbangkan mereka tidak bermoral atau menghukum orang yang mengatakan kata-kata sumpah di dalam TV atau radio. Hanyalah dasar dari yang seharusnya tidak bermoral dari kata-kata sumpah adalah kebodohan budaya. Hal yang sama terhadap hal yang tabu tentang mansturbasi, bertelanjang, homoseksual, poligini, dll.
KEBERTAHANAN HIDUP BAGI YANG TERKUAT
3. Setiap hal yang hidup perlu untuk memakan hal yang hidup lainnya untuk bertahan hidup. Setiap hal yang hidup harus bersaing untuk sumber yang sama agar bertahan hidup.
Dua titik pertama dalam sistem ini tentang suara etik sangat rapi di atas kertas, tetapi mereka
membentur suatu sobekan ketika dipakai pada dunia nyata sebab setiap hal yang hidup perlu memakan hal hidup lainnya untuk bertahan hidup. Setiap yang hidup juga butuh berlomba pada sUmber yang sama agar bertahan hidup. Berdasarkan pada dua titik pertama tentang prinsip moral ini berarti kita berlaku tidak bermoral setiap kali kita menggigit makanan atau mengambil cek gaji. Bagaimana kita pernah mendapatkan hati nurani yang baik untuk terus hidup mengetahui orang atau hal lainnya harus mati, sehingga kita dapat tetap hidup?
Agar dapat lolos dari hal ini kita perlu mengambil emosi keluar dari rumus untuk sementara waktu. Kenyataannya adalah, ini merupakan dunia kita hidup di dalamnya, dan suatu kebertahanan hidup dari yang paling kuat merupakan aturan mainnya. Jika setiap yang hidup itu sama, maka kita semua memiliki hak yang sama untuk mengkonsumsi satu dan lainnya dalam berkelahi untuk bertahan hidup dan tumbuh. Dalam hal di mana satu yang hidup harus mati untuk yang lain agar hidup sesuatu yang harus hidup adalah sesuatu yang mampu.
Ingat, falsafah ini berlaku hanya untuk hidup dan mati. Ingat bahwa yang kuat harus bertahan hidup adalah berbeda dengan mengatakan bahwa yang kuat harus mengeksploitasi yang lemah. Ingat, kita semua bernilai sama. Ini berarti kita secara sama diwajibkan membantu mereka yang dapat kita bantu (ketika tidak ada konflik darurat untuk kebertahanan hidup). Tak perduli bagaiman kuatnya anda itu masih tetap tidak bermoral untuk melukai secara sia-sia atau mengeksploitasi mereka yang lebih lemah dibandingkan dengan anda.
Lihatlah bagaimana hal ini dipakai pada perang dan dalam mempertahankan diri. Jika itu salah membunuh, maka apa yang akan anda lakukan ketika seorang perampok atau satu atau suatu pasukan menyerang anda? Diketahui bahwa keduanya hidup anda adalah secara sama bernilai anda akan menjustifikasi apakah anda mempertahankan diri anda atau membiarkan anda diserang. Bagaimanapun, jika anda mengetahui bahwa penyerang anda akan membunuh orang lain setelah anda, maka anda akan harus diwajibkan mencoba untuk membunuh mereka si penyerang itu.
Bagaimana dengan menggugurkan kandungan atau aborsi? Sesuai dengan konsep ini aborsi akan menjadi salah apabila alasan anda hanyalah agar seseorang untuk menghindari tanggungjawab. Bagaimanapun, jika mendapatkan bayi mengakibatkan kehidupan ibunya
atau makanan sedemikian langka pada lingkungan sekitar tempat tinggal yang orang lain akan harus kelaparan di dalam memberi makan bayinya, maka anda akan menjatifikasi apakah memiliki bayi atau menggugurkannya.
Marilah pakai itu pada pencurian. Mengapa pencurian secara haiki salah? Harus ada
alasan yang lebih kongkrit daripada "Tuhan mengatakan begitu" atau "sebab itu melawan
hukum." Mengapa Tuhan atau pembuat peraturan mengatakan salah?" Itu semua tergantung pada sumber daya. Anda tukar waktu kehidupan yang sangat berharga untuk bekerja demi uang yang anda miliki dan barang-barang yang telah anda beli dengannya. Mencuri uang atau kepunyaan adalah sama seperti pencurian kehidupan. Bagaimanapun, ini berarti tidak ada amoralitas yang melekat dalam pencurian terhadap apa yang telah dicuri. Lebih lanjut, anda akan dijastifikasi secara moral untuk mencuri apabila hal itu adalah hanyalah jalan bagi anda untuk bertahan hidup. Bagaimanapun, itu tidak berarti hukum mengijinkan anda mencuri juga. Hukum harus melindungi hak masyarakat. Tentu, apabila kita semua mengutamakan untuk memanej dan berbagi sumber-sumber kita, maka tak seorangpun perlu untuk mencuri.
HIRARKI LOGIS BAGI PRIORITAS
4. Kebutuhan yang paling dasar dalam kehidupan adalah bertahan hidup. Ke dua adalah keamanan. Ke tiga adalah aktualisasi diri. Ke empat adalah kebebasan.
Kehidupan bukanlah pertarungan tanpa akhir untuk kehidupan dan kematian. Kehidupan
adalah masih jauh lebih rumit daripada itu. Untuk itu, tongkat pengukur moral diperlukan agar mampu untuk memasukkan setiap dilema moral dalam kehidupan. Untuk melakukan itu anda perlu tentang pendifinisian yang baik untuk suatu hirarki terhadap prioritas. Ini tidak harus perlu untuk memasukkan peraturan pribadi pada setiap situasi yang pernah anda jumpai. Hal ini akan tidak mungkin. Anda secara sederhana perlu suatu daftar yang cukup digeneralisasi untuk mengatasi setiap situasi yang memungkinkan, dan daftar itu seharusnya sependek sebagaimana praktisnya untuk memastikan itu tidak mendapatkan kekacauan. Di sini suatu daftar sedemikian ringkas:
- Yang paling mendasar: Keperluan pada kehidupan adalah bertahan hidup.
- Ke dua adalah keamanan.
- Ke tiga adalah aktualisasi diri.
- Ke empat adalah kemauan bebas.
Ketika konflik kepentingan timbul antara dua hal yang hidup orang yang harus diijinkan untuk memproses untuk kepentingan mereka adalah orang yang menyampaikan kepentingan kebutuhan yang paling mendasar. Ketika konflik kepentimgannya sama, maka mahluk yang harus diijinkan untuk memproses untuk kepentingan mereka adalah dia yang mampu. Jika pernah ada konflik kepentingan di mana itu memungkinkan keduanya secara pertimbangan mengakomodasi tanpa yang satu mengalahkan yang lainnya, maka mereka harus mengambil jalan pada pengakomodasian.
Mari pakai dilema moral Kohlberg terhadap daftar ini. Apakah Heinz benar mencuri obat dari dokter bungkuk untuk menyelamatkan kehidupan istrinya? Itu tergantung.
1. Kebutuhan yang paling dasar dalam kehidupan adalah bertahan hidup.
Jika dokternya menghargai terlalu mahal, sehingga dia dapat membeli obat untuk menyelamatkan kehidupannya sendiri dari sakit terminal yang lain, maka dokternya benar untuk menghargai obatnya lebih mahal, tetapi Heinz akan juga benar mencoba mencuri obat.
2. Ke dua adalah keselamatan.
Seharusnya dokter itu memghargai lebih mahal semata-mata untuk memperkuat masa pensiunnya sendiri nanti. Bahkan demikian ini masih menyamakan pada suatu pergulatan untuk bertahan hidup, istri untuk bertahan dengan segera istri akan menterup keamanan masa depan dokter itu. Dengan demikian, Heinz akan menjastifikasi tentang pencurian obat itu. Bagaimanapun, pencurian obat hanya akan dijustifikasi sepanjang penyakit istrinya adalah terminal. Bahkan begitu, jika dia harus mengambil uang dari biaya tabungan pensiunnya untuk menyembuhkan sakit yang non-terminal istrinya, maka dia akan dijastifikasi dalam mencuri demi untuk keamanan masa depannya dan istrinya. Bagaimanapun, jika Heinz pernah datang pada suatu waktu melintasi dengan kelebihan uang pada masa depan, dia akan secara moral diwajibkan untuk membayar kembali dokternya, sehingga si dokter dapat memperkokoh masa pensiunnya yang sangat berharga itu.
3. Yang ke tiga adalah aktualisasi diri.
Dokter itu secara moral diwajibkan untuk menggapai aktualisasi diri sebagaimana dia membantu orang lain menggapai aktualisasi diri. Tak perduli apakah istrinya Heinz memiliki sakit yang bersifat terminal atau tidak, dengan menghargai lebih pasien oleh dokter untuk obatnya dia membatasi suatu sumber yang dapat mereka pakai untuk membantu mereka dalam menggapai aktualisasi diri mereka. Lupakan Heinz. Jika dokter hanya menghargai lebih untuk pengumpulan keuntungan, maka dia bersalah dengan mencuri tanpa maaf dan harus dimintai pertanggungjawaban dan jika tiada yang lain untuk memaksa merubah menjadi suatu jumlah yang wajar untuk obat miliknya. Kejahatannya adalah suatu usaha bukan hanya terhadap kebiasaan yang masuk akal, kesopanan umum, tetapi juga terhadap Pencipta kita dan semua kerja yang dipakai untuk penciptaan kehidupan.
4. Yang ke empat adalah keinginan bebas.
Permasalahan Heinz melawan doktor tamak itu tidak merembet sedemikian jauh ke dalam moralitas karena itu hanya tentang kehidupan dan kematian. Setelah seseorang telah mencapai aktualisasi diri kewajiban mereka hanyalah untuk melatih aktualisasi diri mereka dengan melakukan apapun yang ingin mereka lakukan (sepanjang itu tidak merusak satupun dari ketiga isi moralitas yang lalu). Dan apabila orang lain di sekeliling anda sedang menderita atau membutuhkan sekali, penderitaan mereka lebih diutamakan daripada khayalan anda.
Comments
Post a Comment