ARTI HIDUP Bagian 16 - Membuat Falsafah Anda

BAGIAN 16:

MEMBUAT FALSAFAH ANDA

"Semua kebenaran  mudah dimengerti setelah anda menemukan mereka, masalahnya adalah untuk menemukan mereka" Galilio Galelie


"Falsafah adalah bukan apa-apa tetapi sesuatu yang biasa berpakaian jas"  Penulis Tidak Dikenal

"Falsafah satu abad adalah sesuatu yang biasa untuk berikutnya"  Henry Ward Beecher

Sekali anda telah mengakui/menerima ketidaktahuan (kebodohan) anda, pikiran anda akan terbuka dan siap untuk memulai mengerti kehidupan dalam keseluruhan tanpa dibebani oleh ego atau dikompromi dengan prasangka.

Sekarang, banyak orang akan mengatakan kepada anda bahwa hidup merupakan suatu pertanyaan tanpa akhir dengan tidak ada jawaban untuk menjelaskannya. Jika anda mencari tantangan bagaimanapun jangan terkejut ketika kawan anda sendiri mencoba memberitau kepada anda untuk berhenti mengkhawatirkan tentang kehidupan dan memulai hidup di dalamnya. Juga, jangan disesatkan oleh niat baik mereka sebab ada beberapa lubang jarak dalam logika mereka.

Pertama dan paling utama adalah bahwa asumsi-asumsi mereka tidak didasari atas bukti apapun. Anda tidak dapat memakai kenyataannya bahwa anda tidak memahami sesuatu sebagai bukti bahwa itu tidak dapat dipahami. Pada tingkatan apasaja, di manakah nasehat mereka yang akan benar-benar mengenai anda? Jika anda tidak memahami kehidupan, maka anda tidak akan mengetahui bagaimana hidup di dalamnya. Itu berarti anda akan ditakdirkan untuk mengagumi melalui kehidupan secara buta mengharapkan anda yang paling baik darinya secara tiba-tiba. Itulah yang kawan anda sedang coba tuntut untuk anda lakukan, tetapi patokannya  terlalu tinggi untuk mengambil kesempatan itu. Jadi jalan perilaku yang paling logis adalah mengasumsikan bahwa kita dapat mendapatkan beberapa kesimpulan pendek tentang kehidupan dan mencoba untuk memahaminya. Sebelum anda melakukan hal itu anda tidak dapat benar-benar hidup di dalam suatu kehidupan.

Pertanyaannya sekarang adalah, bagaimana anda memahami kehidupan? Bayangkan kehidupan seperti sebuah teka-teki. Di dalam memecahkan sebuah teka-teki anda harus mengetahui variabel-variabel pada pertanyaannya. Bagaimanapun, tidak seperti teka-teki yang akan anda temukan dalam buku, yang ini tidak mempunyai variabel-variabel secara rapi diejakan kepada anda pada data kecil yang rapi tersusun pada satu halaman. Anda telah dilahirkan tanpa adanya pengertian tentang kehidupan, dan petunjuk untuk memecahkan persoalan teka-tekinya adalah tersebar ke seluruh penjuru alam semesta.

Jadi langkah pertama untuk memahami kehidupan adalah mempelajari variabel-variabel dalam pertanyaannya. Dalam bahasa yang datar ini berarti anda perlu belajar semuanya yang anda bisa. Sayangnya, anda tidak mempunyai waktu atau kapasitas otak untuk mempelajari segalanya di sana untuk mengetahuai. Jadi anda akan perlu memprioritaskan apa yang akan anda pelajari, dan di dalam melakukan itu anda akan perlu memahami bagaimana perbedaan-perbedaan antara informasi penting dan ganguan-gangguan yang tidak relevan.

Ini berarti bahwa informasi yang paling penting yang anda perlu pelajari (paling tidak pada awalnya) adalah  pengetahuan apapun akan membantu anda memahami pengetahuan apa yang paling penting. Untuk para pemula ini termasuk logika, belajar kecakapan-kecakapan, dan bahasa (sebab semakin baik anda dapat mengartikulasi pemikiran-pemikiran anda semakin baik anda dapat mengembangkan mereka).

Anda harus membuat kesimpulan-kesimpulan anda sendiri tentang apa yang membuat pengetahuan itu bernilai, tetapi buku ini akan memproses dengan dalilnya bahwa pengetahuan dibuat penting untuk anda dengan keterpakaiannya dalam membantu anda menggapai suatu tujuan yang telah diputuskan. Sebagai contoh, jika anda tersesat dalam hutan belantara pengetahuanlah yang akan paling berharga terhadap anda akan demikian yang mana berhubungan dengan kebertahanan hidup. Jika anda sedang bekerja dalam sebuah kantor kemudian pengetahuan yang paling penting untuk anda ketika sedang bekerja akan demikian yang mana berhubungan dengan keberhasilan pada pekerjaan anda. Sebanyak itu adalah jelas, tetapi pengetahuan apakah yang menjadi penting setelah kebertahanan hidup anda dipastikan? Apa yang perlu anda pelajari setelah itu? Apa tujuan kehidupan setelah itu?.

Pertanyan terakhir itu mengungkapkan pokok bilangan pembagi dari nilai semua pengetahuan. Jika anda pergi berkeliling menanyakan, "Mengapa ini penting?" "Mengapa itu penting?" Mengapa apasaja penting?" Akhirnya anda akan mempersingkat isu pada akar semua itu. Tujuannya anda seharusnya menyelesaikan dengan kehidupan anda  dengan mendifinisikan arti kehidupan, dan nilai segala hal yang dapat anda pelajari atau lakukan adalah utamanya diukur relatif terhadap kegunaannya dalam membantu anda memahami dan kemudian memenuhi arti kehidupan. Ya, buku ini telah mencakupi apa arti kehidupan, tetapi ini hanya satu teori yang orang  lain mengungkapkannya. Anda perlu memecahkan teka-teki anda sendiri.

Di dalam mempersempit apa arti kehidupan adalah anda akan harus bertanya pada diri anda sendiri suatu pertanyaan pertanyaan yang tersusun diarahkan pada pemotongan inti pengalaman manusia. Bahkan jika, untuk alasan apapun, anda tidak akan pernah menyimpulkan mengapa kita di sini, atau memutuskan bahwa pertanyaannya tidak bisa dijawab anda masih perlu mendapatkan semacam beberapa kesimpulan tentang apa yang harus kita lakukan sekarang ketika kita di sini. Pertanyaan/pengamatan berikut seharusnya membantu anda mengerti tempat anda dalam alam semesta ini. 

Yang paling utama dari semuanya, jangan memberikan pendekatan arti kehidupan sebagaimana jika itu "lebih tinggi", mistik/ajaib, topik abstrak yang subjectif. Lihat padanya seperti permasalahan ilmiah dan perlakukan metode ilmiah. Atau lihat padanya seperti persoalan aljabar di mana anda secara sederhana harus mengeleminasi/mengurangi variabel-variabelnya dan memecahkan untuk variabel-variabelnya yang hilang. Ini berarti jawaban anda akan berdasarkan pada pengamatan dunia nyata dan bagaimana anda membuat masuk akal pengamatan-pengamatan itu.

Di sini beberapa pertanyaan yang perlu akan anda tanyakan pada diri anda sendiri di dalam mengumpulkan data yang anda perlu pahami mengapa kita di sini dan/atau apa yang harus kita lakukan sekarang ketika kita di sini:
  1. Apakah kehidupan itu?
  2. Bagaimana kehidupan ini sampai di sini?
  3. Apa yang kehidupan lakukan? Apa gunanya itu?
  4. Apa yang  tidak dapat dilakukan oleh kehidupan? Tujuan apa yang dikesampingkan?
  5. Jika kehidupan tidak ada apakah yang akan menjadi kosekwensinya? Apa yang akan hilang?
  6. Apakah manusia itu?
  7. Bagaimana manusia sampai di sini?
  8. Apa yang dapat manusia kerjakan? Apa gunanya itu?
  9. Apa yang tidak dapat manusia lakukan? Tujuan apa yang dikesampingkan?
  10. Jika manusia tidak ada apa yang menjadi konsekwesinya? Apa yang akan hilang?
Mari luangkan waktu anda sedikit dan saya menerangkan sedikit jawaban yang biasa yang tidak lolos pengujian logika.
  1. Arti kehidupan untuk berkembang biak. Teori ini didasarkan pada suatu yang salah, logika lingkaran: Apabila tujuan setiap generasi dari makhluk hidup untuk berkembang biak, hal ini tidak ada sasaran akhir. Anda sedang menunda suatu kesimpulan tanpa batas waktu. Ini tidak ada gunanya.
  2. Arti kehidupan adalah lain bagi setiap orang. Ini seperti mengatakan setiap biji-bijian yang jatuh dari satu tumbuhan jatuh untuk alasan yang berbeda. Pasti, mereka mungkin terjatuh di tempat-tempat yang berbeda dan tumbuh menjadi tumbuhan masing-masing, tetapi setiap biji-bijian melayani tujuan dasar yang sama: untuk tumbuh menjadi tumbuhan baru. Sepertinya, setiap yang hidup diciptakan oleh tenaga fundamental yang sama dan dengan demikian eksisnya itu untuk sebab fundamental yang sama. Pada setiap tingkatan, idenya adalah arti kehidupan adalah berbeda untuk setiap orang adalah tidak jelas daripada mengatakan tidak berguna. Itu tidak memberikan petunjuk kecuali untuk menjastifikasi apapun orang-orang tanpa akal, egois, kemauan yang sudah ada sebelumnya untuk menjastifikasi bagi diri mereka sendiri.
  3. Arti kehidupan untuk menjelaskan arti diri anda sendiri. Buktikan itu. Anda tidak bisa karena ini teori lain yang tidak berdasar dan yang tidak jelas untuk bisa dikatakan tidak berguna dan hanya digunakan untuk menjastifikasi apapun orang-orang tanpa akal, egois, kemauan yang sudah ada sebelumnya dan melepaskan mereka dari adanya rasa tanggungjawab bagi pengajaran dan perilaku mereka
  4. Tak seorangpun dapat mengetahui pikiran Tuhan. Demi ringkasnya kita teruskan dan mengasumsikan tanpa pertanyaan bahwa ada Tuhan dan kita tidak akan mengerti pikiran Tuhan. Hal itu tidak merubah apapun. Kenyataannya kehidupan adalah bahwa anda mempunyai masalah-masalah yang perlu anda tangani saat sekarang dengan kemampuan terbaik anda. Di dalam melakukan itu anda tidak dapat membiarkan falsafah-falsafah pengheti-logika mencegah anda dari berpikir dan beraksi.
Jelaskan jawaban logis milik anda terhadap pertanyaan-pertanyaannya yang akan membantu anda menyimpulkan arti kehidupan bukanlah sesuatu yang hanya dapat anda lakukan begitu saja di dalam kepala anda. Permasalahannya terlalu rumit untuk itu. Sehingga anda akan memerlukan mengerjakannya di atas kertas agar tetap dicatat semua variabel-variabelnya. Dan lagi, pencatatan akan membantu anda mengartikulasikan semua hal yang anda perlukan untuk diketahui. Juga, itu akan menjadi lebih mudah untuk mempertanyakan kesimpulan anda jika anda dapat melihatnya di atas kertas di depan anda. Barangkali alasan yang paling penting menulis ide-ide anda, sehingga anda dapat membagi ide-ide anda dengan orang lain. Bayangkan dunia ini akan menjadi lebih baik dari yang sekarang ini jika setiap orang sepanjang sejarah telah menampilkan kebajikan mereka dan mengopernya ke generasi yang akan datang untuk dianalisa, dikombinasi dan diperbaiki.

FALSAFAH-FALSAFAH TAMBAHAN

Sekali anda memecahkan pertanyaan yang paling penting dalam kehidupan, maka tujuan anda berikutnya adalah memecahkan permasalahan terperting kedua dalam kehidupan. Setelah itu, yang ketiga, dan setrusnya dan seterusnya. Ini berarti anda perlu memahami apa  pertanyaan yang paling penting berikutnya. Di dalam melakukan itu anda hanya akan menggunakan kecakapan anda dalam pemecahan permasalahan dan sumber-sumber untuk memahaminya.

Bahkan setelah memahami hirarki permasalahan di dunia anda masih akan menemukan permasalahan baru tambahan setiap hari sebab keduanya dunia alam dan dunia manusia telah menciptakan tempat-tempat rumit tak terbatas. Anda akan butuh untuk mengidentifikasi atau mengungkapkan banyak isu-isu pada sisi ini di dalam mengeliminasi masalah-masalah untuk menghindarkan anda dari penggapaian tujuan anda secara keseluruhan atau untuk membangun secara proaktif pada keberhasilan-keberhasilan anda sebelumnya. Ini berarti anda akan terus belajar tentang dunia sekitar anda dan mempelajari atau menganalisa datanya dengan tujuan pengidentifikasian/penyampaian masalah-masalah yang paling penting dengan segera di depan anda. 

Sebagaimana pengertian anda terhadap realitas dunia anda meningkat anda akan dengan sendirinya mengembangkan falsafah-falsafah yang mana menerangkan bagaimana sesuatu itu, bagaimana mereka seharusnya, dan bagaimana merekonsiliasi suatu ketidak cocokan. Seperti halnya falsafah penunjuk utama anda tentang arti kehidupan, anda perlu bekerja di atas kertas tentang falsafah-falsafah tambahan ini untuk semua alasan yang sama. Akhirnya falsafah-falsafah anda harus menjadi begitu baik terartikulasi dan terorganisasi yang dari mereka itu andan dapat menghasilkan suatu buku berkualitas. Dikatakan demikian, hal itu tidak harus berupa analisa yang paling mendalam dan mahir secara teknis atas persyaratan falsafah seorang Doktor esoterik dalam sejarah akademis. Kenyataannya, buku itu kemungkinan tidak akan membantu anda atau mayoritas dari kebanyakan umat manusia. Buku anda seperti menyuarakan lebih sebagai anjuran dari John Wayne daripada Sartre. Tujuannya membuat sebuah buku seharusnya sepraktikal garam-dunia dan seberguna mungkin bagi anda sebab jika itu tidak berguna, maka itu tidak ada gunanya.

Pertanyaannya sekarang adalah, di mana anda memulai pembuatan koleksi falsafah-falsafah anda? Jawabannya adalah jangan mengambil sweter rompi dan suatu pipa dan memulai mengarang omong kosong. Ambil nafas dan pertimbangkan pertanyaannya secara praktis.

Anda telah dilahirkan tersesat, tetapi sebagaimana anda tumbuh besar anda secara naluriah mengadopsi/membuat falsafah-falsafah untuk membuat masuk akal dunia besar menakutkan sekeliling anda bahkan jikapun anda secara tidak sadar mencari mereka atau memanggil diri anda sendiri sebagai seorang filosof untuk mejelaskan beberapa aspek kehidupan. Kebanyakan dari filosofi itu anda kemungkinan telah temukan setelah sesuatu mempengaruhi kehidupan anda anda mencoba membuat masuk akal tentangnya sebab itu penting.

Jadi anda telah mempunyai kepala yang dipenuhi falsafah-falsafah yang sedang anda pakai untuk mengarahkan anda mengarungi kehidupan, dan kebanyakan falsafah-falsafah itu didasarkan pada suatu perjuangan yang relevan dalam kehidupan anda. Luar biasa. Tulis itu semua. Ambil buku catatan kosong dan tulis, "AKU PERCAYA..." pada sampul depannya. Kemudian tulis isi bukunya.

Jangan khawatir tentang mengisi seluruh bukunya dalam sekali duduk. Nyatakan apa yang anda bisa. Ambil istirahat. Habiskan beberapa waktu menggali pikiran anda dan tanyakan pada diri anda apa yang anda percayai. Tulis hal lain tentang apa yang datang dengan itu. Dan lanjutkan tentang kehidupan anda dan awasi diri anda sendiri secara dekat sebab anda akan mengalami kejadian-kejadian yang akan memerlukan anda bereaksi sesuai dengan apa yang anda percayai, dan jika anda mengawasinya, maka anda akan mengenali dan mampu untuk mengartikulasi kepercayaan-kepercayaan yang telah bersama anda selama itu tetapi mungkin telah dianggap remeh dan tidak pernah diketahui.

Bawa satu buku catatan bersama anda kemana saja anda pergi atau paling tidak simpan satu dekat anda. Jika anda tidak dapat membawa buku catatan bersama anda, maka bersiap-siaplah menulis setiap pengamatan yang anda temukan pada secarik kertas sampah dan masukkan pada buku catatan anda kemudian. Anda juga harus membuat satu back-up digital untuk kerja anda untuk menjaga bilamana buku catatan anda hilang atau rusak.

Pada waktu yang sama sebagaimana anda merekam kepercayaan anda yang sudah ada anda harus menanyakan kepercayaan anda itu untuk memastikan bahwa kepercayaan-kepercayaan itu logis. Anda harus juga secara proaktip mempelajari dunia di sekitar anda dan menyimpulkan pandangan baru dalam kehidupan untuk ditulis. Jangan pusatkan untuk menjadikan semua pandangan anda masuk ke dalam suatu keserasian, logis, keterangan secara sistimatis dari kenyataan dulu. Sebagaimana anda mulai secara nyata mempelajari/ mendokumentasikan kehidupan, anda hanya akan menginginkan tertuju ke arah manasaja dan menyerap/menganalisa pengetahuan apapun yang dapat anda temukan. Sebagaimana anda ambil pengetahuan sembarangan ini dan mencoba membuat masuk akal darinya pandangan awal anda dalam kehidupan akan menjadi sembarangan juga. Ini adalah biasa. Jadi jangan merasa seperti anda tidak membuat kemajuan ketika semua yang anda miliki terartikulasi secara rendah, bagaikan potongan-potongan kebijaksanaan yang tidak berguna.

Sebagaimana anda memulai mengisi buku catatan ulangi lagi dan baca lagi milik anda yang sudah lama. Coba cari penyebut-penyebut yang biasa dan garis bawahi setiap topik. Cobalah mengekstrapolasi masing-masing topik untuk menemukan keekstriman mereka, sehingga anda dapat melihat spektrum secara keselurukan tentang permasalahannya. Tanya pada diri anda sendiri apa yang kurang. Akhirnya anda harus menemukan sedikit jejak untuk diikuti daripada hanya mempelajari dunia secara acak. Setelah anda telah cukup mengisi buku catatan dan telah cukup memasang bagian-bagiannya bersama-sama, anda seharusnya mampu untuk memulai menyusun keterangan secara sistematis tentang kehidupan.

Analisa anda secara keseluruhan tentang kehidupan akhirnya harus mengikuti pola yang sama seperti ini. Tentu, anda harus mempertanyakan tentang pola itu dan melihat apabila anda tidak dapat mendapatkan dengan suatu yang lebih baik, tetapi ini adalah tempat yang baik untuk memulai:

1. Apa yang saya percayai? (Ini adalah daftar secara umum)
  • Mengapa setiap bagian dari daftar ini betul?
  • Apa kelemahannya pada masing-masing teori?
2. Apa arti kehidupan?
  • Mengapa ini betul?
  • Apa kelemahan teori ini?
3. Cara apa yang paling baik untuk memenuhi arti kehidupan?
  • Mengapa ini betul?
  • Apa kelemahan teori ini?
4. Disamping pemenuhan arti kehidupan, hal apa yang terpenting ke dua dalam kehidupan?
  • Mengapa ini betul?
  • Apa kelemahan pada teori ini?
5. Jalan apa yang terbaik dalam menyelesaikan hal terbaik ke dua dalam kehidupan?
  • Mengapa ini betul?
  • Apa kelemahan dari teori ini?

*Lanjutkan menanyakan hal apa yang paling penting berikutnya dalam kehidupan sebanyak sebagaimana kebutuhan.

6. Masalah terbesar apa  dalam kehidupanku yang menghambat aku dalam penyelesain tujuanku?
  • Apa penyebab dari masalah ini?
  • Apa yang dapat aku lakukan tentang hal ini?
7. Masalah apa yang menjadi masalah terbesar ke dua dalam kehidupanku yang menghambat aku dari penyelesaian tujuanku?
  • Apa penyebab dari masalah ini?
  • Apa yang dapat aku lakukan tentang ini?
*Lanjutkan menanyakan apa yang terpenting berikutnya dalam kehidupan sebanyak yang dibutuhkan.

Kapan saja ada suatu lubang pada falsafah anda di mana anda tidak mampu untuk memecahkan bagian itu, sisipkan suatu seksi di mana anda merancang suatu rencana untuk memecahkan apa yang sedang anda tidak ketahui. Dalam hal di mana anda menentukan ada sesuatu yang penting dalam kehidupan yang mana secara sederhana tidak dapat diketahui anda akan butuh menyisipkan atau memasukkan satu bagian di mana anda mencari cara yang paling logis untuk menghidupkan kehidupan anda memasukkan ke dalam suatu pertimbangan suatu variabel tidak dikenal dalam persamaannya.

Comments

Popular posts from this blog

ARTI HIDUP - Bagian 3: Arti Hidup

ARTI HIDUP - Bagian 9: Bagaimana Jika Tuhan dan Akhirat Itu Ada?

ARTI HIDUP - Bagian 4: Mengapa Kita Di Sini Jika Tuhan Tidak Ada?