ARTI HIDUP - Bagian 15. Anda Demikian Tersesat Anda tidak Tau Anda SedangTersesat
BAGIAN 15
Bayangkan bagaimana hidup setiap orang dimulai. Ketika anda dilahirkan akal anda kosong dan seperti batu tulis. Dipastikan, anda memiliki beberapa naluri dan beberapa bakat tetapi berpengetahuan nol dan dengan demikian pengertian nol tentang dunia yang anda yakini. Untungnya bagi anda, dari waktu anda di dalam rahim otak anda telah menyerap segala yang anda alami dan mencoba agar masuk akal darinya. Ini terus begitu untuk beberapa tahun pertama dari kehidupan anda sebelum anda bahkan disadarkan pada eksistensi anda sendiri. Kemudian, sekitar umur 4 tahun anda mulai mempertahankan ingatan dan menjadi sadar dari suatu kenyataan bahwa anda itu eksis. Setelah itu otak anda tetap terus menyerap pengetahuan, tetapi saat itu anda telah dapat mengendalikan mesin pengumpul pengetahuan yaitu akal dan badan anda.
Sebagai seorang bayi anda dengan susah-payah mengetahui segalanya tentang dunia di sekeliling anda. Jadi anda secara alami terbawa oleh kagum dan khawatir mempelajari tentang apasaja yang anda bisa mengenai tempat misterius dunia ini di mana anda menemukan diri anda berada di dalamnya. Anda telah menyaksikan, menyentuh, mencium, merasa, dan mendengar terhadap apasaja yang sedang terjadi di sekeliling anda. Anda merangkak ke dalam tempat-tempat di mana anda tidak seharusnya di sana untuk menlihat apa yang ada di sana. Anda telah membuka apasaja yang anda bisa. Anda telah merusak sesuatu hanya untuk melihat bagaimana mereka bisa rusak/hancur. Ketika anda belajar berbicara anda merengek pada orang tua anda dengan pertanyaan-pertanyaan yang mendalam bagi anda tetapi sangat mendasar, sehingga mereka membuat mata orang tua anda. berperan. Kehidupan awal anda ditentukan oleh prasangka pada pengetahuan.
Sepanjang sisa masa kanak-kanak anda, anda terus belajar tentang dunia dari pengalaman-pengalaman anda, orang tua anda, sekolah anda, teman-teman anda, dan media apasaja di mana anda terekpos. Ketika anda telah diwisuda dari sekolah, anda pindah keluar menuju diri anda sendiri, anda telah memiliki suatu kepercayaan yang baik tentang bagaimana dunia ini bekerja. Pada kenyataannya, pembatasan suatu kejadian traumatis filosofi anda tentang hidup tampaknya tidak akan berubah banyak setelah itu. Sayangnya, ini bukan karena pengertian anda terhadap hidup ini sudah lengkap. Ini disebabkan oleh beberapa hal tentang kemurnian praduga/prasangka anda tentang pengetahuan yang telah sirna.
Di suatu tempat di ujung jalan untuk pencerahan, anda memulai mempertahankan jawaban-jawaban yang telah anda berikan. Atau anda telah menyimpulkan bahwa anda telah mengetahui semua yang perlu anda ketahui dan apa saja yang anda belum ketahui anda telah membuat alasan mengapa anda tidak, tidak harus atau tidak butuh untuk mengetahuinya. Atau mungkin anda hanya lebih tertarik untuk mengejar tujuan-tujuan jangka pendek seperti bercumbu/berhubungan seksual, menjadi tampak keren, minum minuman keras, memakai narkoba, bercinta, membesarkan keluarga, mendapatkan kenaikan pangkat, menjadi orang yang dihormati, sedang menikmati hiburan daripada mengetahui realitas.
Banyak faktor yang bertanggungjawab terhadap stagnasi dari pengertian anda yang telah ada sebelum anda bahkan menjadi sadar tentang eksistensi anda. Tanggungjawab atau penjagaan orang tua anda telah memaksa anda pada sistem kepercayaan atau persepsi mereka dari realitas (atau ketiadaan) ke dalam diri anda sebelum anda mencapai kesadaran, dan anda telah cenderung untuk mempercayai pesan-pesan yang mereka kirim kepada anda tanpa mempertanyakan meraka sebab manusia secara alami cenderung mempercayai orang-orang mereka yang telah mengajari untuk menyatukan sebagai figur otoritas. Ketika filosofi mereka diberikan kepada anda ditambah atau diganti oleh hal-hal yang anda pelajari dari rekan-rekan anda, sekolah, mentor, dan selibriti. Sementara anda dengan tidak diragukan telah belajar suatu pengetahuan berharga dari sumber-sumber tersebut yang anda harus ambil sebagai pertimbangan yang dengan cara yang sama filosofi anda telah dipengaruhi oleh pengajaran dari orang yang anda anggap lebih tua, setiap orang darimana anda belajar juga dipengaruhi oleh orang yang lebih tua dari mereka, yang juga telah mempercayai kepada orang yang lebih tua dan begitu seterusnya dan sampai pada ketika jaman kuno atau primitip.... masing-masing generasi lebih bodoh daripada yang terahir.
Setiap kebudayaan sejak awal sejarah umat manusia telah mempunyai ketentuan petunjuk dan peraturan kehidupan sendiri-sendiri. Bahkan sekarang ada ribuan budaya di seluruh dunia dengan persepsi sesuai dengan mereka sendiri tentang kenyataan...dan mereka semuanya (dulu dan sekarang) mengklaim sebagai yang benar, dan karena mereka percaya bahwa mereka adalah yang benar mereka menentang pendapat para pembangkang bahkan sering langsung membunuh orang-orang yang tidak mengakuinya.
Jika anda dilahirkan 1000 tahun yang lalu atau yang akan datang...atau jika anda dilahirkan 2000 kilometes jauhnya di mana dari anda sekarang ini anda akan masuk pada suatu interpertasi tentang kenyataan yang berbeda. Dan dari perspektip itu anda akan mempercayai tentang kepastian kematian yang banyak hal anda percayai sekarang ini adalah sangat tidak masuk akal. Anda bahkan mungkin benci atau ingin membunuh orang-orang yang percaya sesuatu hal yang anda percayai sekarang ini. Hal yang ingin dikemukakan adalah bahwa pendidikan kebudayaan anda adalah bersifat subjektip dan sementara.
Untuk membuat persoalan-persoalan semakin buruk, yang lebih tua (dan khususnya rekan-rekan anda) yang memaksakan keterangan mereka tentang realitas kepada anda yang tidak mempunyai pengetahuan tentang hidup mereka sendiri secara menyeluruh. Anda dapat menguji mereka tentang hal ini. Tanyakan pada siapa saja yang anda kenal tentang apa arti hidup ini. Minta siapa saja yang anda kenal untuk menerangkan hidup secara keseluruhan kepada anda. Minta mereka untuk mengatakan kepada anda filosofi mereka tentang hidup ini, dan suruh mereka untuk meberikan bukti pendukung tentang apa yang telah mereka katakan dengan bukti logika serta empiris. Lakukan hal itu dan anda akan menemukan tak seorangpun dari orang yang mengajari anda tentang hidup ini telah memahaminya. Kenyataannya, anda akan menemukan hampir semua orang hanya memiliki pemahaman tentang firasat hidup yang sangat dangkal. Jangan heran ketika anda mendengar lebih banyak alasan, cerita-cerita yang keluar dari logika, dan kebencian daripada jawaban yang masukakal ketika anda menempatkan orang-orang itu di tempat mereka.
Hal lainnya yang akan anda lihat apabila anda menguji pengetahuan orang-orang apakah hal itu ada suatu korelasi negatip antara kepastian mereka pada pengetahuan mereka dan banyaknya pengetahuan mereka. Dengan kata lain, orang-orang yang paling ngotot dan blak-blakan tentang kepercayaan mereka memiliki kecenderungan sedikit mengerti tentang kehidupan. Ini terjadi karena semakin sedikit anda mengetahui akan lebih sederhana dunia ini bagi anda dan semakin sedikit jalan ke luar yang menimbulkan keraguan. Bagaimanapun, lebih banyak anda tau anda akan lebih menyadari bagaimana kecil yang anda ketahui dan akan menjadikan anda lebih rendah hati dengan penemuan ketidak tahuan (kebodohan) anda.
Apabila anda dibesarkan oleh guru yang tidak mengerti atau bodoh, anda akan belajar informasi yang tidak benar. Itu suatu fakta yang nyata. Sekarang, ini mungkin bukan suatu masalah yang sulit untuk dibenarkan atau dikoreksi, terkecuali itu dalam hidup anda, anda mempunyai banyak guru bodoh yang berbeda-beda memaksa anda untuk menerima kepercayaan-kepercayaan yang bertentangan dengan instruksi guru bodoh sebelumnya. Pada waktu ketika anda tidak ingin mengetahui yang mana yang harus dipercaya. Hal itu cukup membuat anda untuk menyerah, berhenti, dan jangan mempercayai semuanya...atau mempercayai semuanya...atau hanya percaya pada hal pertama yang dikatakan kepada anda...atau hanya percaya pada apa yang paling populer (terkenal) saja.
Dan lagi, ini mungkin bukan masalah yang begitu sulit untuk dikoreksi kecuali bahwa sekalipun anda telah memiliki kemampuan untuk menentukan guru mana yang benar dan membuang semua guru yang salah, anda akan masih dihadapkan pada masalah bahkan yang paling pandaipun tidak mampu untuk menjelaskan semuanya. Jadi pengajaran mereka hanya masih membawa anda setengah jalan ke pantai terang, yang mana berarti anda masih akan terbawa arus dalam lautan ketidak tahuan.
Peluang pada anda agar mampu memperbaiki setiap masalah-masalah itu akan diminimalis bahkan lebih dari itu dengan fakta bahwa anda kemungkinannya tidak pernah berusaha untuk mengartikulasi kepercayaan anda kepada diri anda sendiri, dan anda tidak dapat memperbaiki suatu masalah apabila anda tidak mengetahui apa variabel-variabelnya. Tahukah anda, apa yang sedang anda percayai? Jika demikian, seberapa jauh? Jika anda ditanya untuk menerangkan filosofi anda tentang hidup sekarang dengan sangat rinci dapatkah anda melakukannya?
Itu sebenarnya pertanyaan jebakan, sebab apabila anda dapat menjawabnya, itu berarti anda telah menulis filosofi anda tentang hidup di dalam blogs, cerita, suatu manifesto, dlsb. Jika anda tidak pernah menulis ide-ide anda, itu berarti anda tidak pernah melakukannya. Dapatkah anda menghitung suatu persamaan kwadrat di dalam kepala anda? Dapatkah anda merancang secara rinci dari suatu mesin yang rumit di kepala anda? Dapatkah anda menulis seluruh buku secara rinci sepenuhnya di dalam kepala anda? Kecuali anda seorang anak cendikiawan yang ajaib, maka jawabannya adalah, tidak. Atau bisakah anda mendapatkan seluruh kehidupan dinyatakan di dalam kepala anda?. Memecahkan suatu persoalan yang besar harus dilakukan di atas kertas langkah demi langkah. Sehingga apabila anda tidak pernah menulis sesuatu satu paragraf tentang keterangan hidup, jauh lebih sedikit dari sebuah buku ini dengan pasti anda hanya mempunyai suatu keterangan angan-angan hidup.
Hal ini menimbulkan suatu pertanyaan, apabila anda belum pernah menjelaskan itu semua dan belum pernah menulis suatu teori tentang kesatuan hidup lalu bagaimana anda telah sedang membuat keputusan semuanya setahun ini? Ini mungkin mengejutkan anda, tetapi bahkan apabila anda tidak menyadarinya anda sebenarnya mempunyai hidup dengan filosofi anda sekarang, dan jika anda tidak tahu sebenarnya filosofi apa itu, maka anda tidak sedang dalam mengendalikan hidup anda. Orang atau orang-orang yang telah memasukkan ide-ide ke dalam kepala anda ketika anda sedang tidak memiliki kesadaran, adalah sedang mengendalikan anda, dan itu cara hidup yang berbahaya.
Apabila, ketika diminta menunjukkan filosofi anda tentang hidup, anda menanggapi dengan menunjuk pada suatu kitab agama, maka anda akan lebih baik duduk saja dalam suatu tempat peribadatan atau semacam pusat keagamaan. Jika anda tidak, maka anda tidak benar-benar sedang hidup sesuai dengan ajaran kitab anda. Anda memilih bagian yang anda setujui dan membuat alasan untuk menghapuskan bagian-bagian yang meminta anda untuk mendedikasikan begitu banyak hidup anda terhadap agama anda, sehingga anda dapat hidup dengan cara hidup modern yang anda inginkan. Jika anda belum mendedikasikan seluruh hidup anda terhadap agama anda dan anda berpikir anda sedang hidup sesuai dengan kitab anda lalu anda hanya tahu sebagian dari filosofi anda yang seharusnya sedang anda jalani hidup, dan itu merupakan cara hidup berbahaya. Jika anda telah mendedikasikan hidup anda terhadap agama anda, maka anda sebaiknya tidak usah membaca buku ini....terkecuali anda berpendapat bahwa Tuhan anda adalah lebih besar daripada agama metologi buatan manusia anda, dan masih tetap ada ruang untuk menanyakan pertanyaan-pertanyaan.
Banyak orang tidak mau menunjukkan diri dan mengakui bahwa mereka itu tidak mengerti dan tidak mempunyai filosofi dalam hidup mereka. Orang yang mengaku sebagai orang agamis tidak akan mengakui bahwa agama tidak memainkan suatu peran penting dalam kehidupan mereka entah disebabkan sebagian besar orang tidak khawatir tentang menetapkan suatu filosofi pribadi yang logis tentang makna hidup sebab mereka merasa bahwa mereka tidak memerlukannya. Mereka percaya bahwa mereka secara alami ditarik dengan benar di mana mereka seharusnya berada dalam hidup, yang mana mereka pakai sebagai bukti bahwa mereka adalah salah satu yang tercerdik yang pernah hidup, jika tidak sepenuhnya, maka secukupnya diketahui. Padahal bila kebanyakan orang diminta untuk membuktikan bagaimana cerdikrnya mereka dengan menunjukkan manifesto yang diakui tentang hidup secara empiris, sistimatis, dan logis yang mereka telah tulis mereka segera akan memulai membuat alasan mengapa mereka dikeluarkan dari tugas tetapi masih mendapatkan nilai "A". Ini merupakan sesuatu yang alami bagi manusia untuk mempertahankan diri anda sendiri, tetapi naluri ini telah mencegah banyak orang pintar bangun keluar dari berjalan dalam tidur mereka dan hidup pada suatu kehidupan yang berharga dari suatu kebanggaan yang mereka ambil dari dalam diri mereka sendiri.
Pertimbangkan hal-hal berikut ini:
Hampir semua orang setuju dengan pernyataan itu, tetapi jangan terlalu cepat tertawa pada teori tolol yang mereka sebutkan. Tanyakan pada diri anda sendiri, bagaimana anda tau bahwa anda bukan seorang yang tidak sadar yang sedang menyangkal? Lagipula, kemungkinannya melawan anda.
Suatu pengujian untuk menentukan jika anda tidak sadar dan dalam menyangkal adalah sangat sederhana. Pada skala di bawah, di mana "0" mewakili orang tidak berakal bayi baru lahir dan "10" mewakili seseorang yang memiliki hidup dan tau sepenuhnya, tandai di mana anda mempercayai tentang anda dan di mana mayoritas orang lain berada.
0~1~2~3~4~5~6~7~8~9~10
Sudahkan anda menandait tanda-tanda anda? Anda tidak boleh merubah jawaban anda setelah anda menandainya. Baiklah, coba lihat bagaimana anda telah memberi penilaian.
Ujian ini tidak bermaksud seberapa banyak anda tau, hanya berapa banyak anda kira anda tau. Tak perduli di mana anda tandai diri anda sendiri pada skala itu, anda adalah tidak mengetahui. Kita semua kurang akal. Pertanyaannya hanyalah bagaimana penolakan kita dari fakta itu.
Lebih tinggi tanda yang telah anda tandai lebih tinggi pula penolakan anda. Tuduhan ini mungkin menyerang anda. Anda mungkin orang yang sangat pandai, tetapi jika anda bijaksana anda akan mengesampingkan kebanggaan anda dan mendengarkan iajaran "grafik penolakan" yang harus diajarkan. Semakin lengkap anda mempercayai akal anda, semakin sedikit ruang anda yang akan anda percayai untuk memiliki ruang untuk berkembang. Lebih tepatnya, lebih kecil ruang yang anda rasakan yang diperlukan untuk berkembang. Jadi, lebih kecil motivasi yang harus akan anda tantang tentang ide-ide anda sekarang dan akan belajar lebih banyak lagi. Jadi, anda akan lebih sedikit sepertinya melakukan salah satu dari hal-hal itu. Sehingga tidak terkecuali bagaimana pintar anda sebenarnya sekarang, kesombongan anda akan memperlambat anda, sehingga membutuhkan waktu lama dalam perjalanan akhirnya anda akan gagal untuk bangun sepenuhnya, yang mana akan menyebabkan anda gagal untuk berbuat yang terbaik pada hidup anda, yang mana akan menyebabkan anda gagal untuk memvalidasi keberadaan anda. Sehingga semua pengetahuan anda yang dibanggakan sekarang akan tidak berarti kecuali merusak anda. Bagaimanapun, lebih besar anda percaya anda tersesat dan tidak mengetahui (tidak perduli berapa banyak sebenarnya yang anda ketahui sekarang) lebih banyak ruang anda akan percaya anda harus berkembang, dan dengan demikian lebih banyak lagi motivasi harus akan anda tantang ide-ide baru anda dan akan belajar lebih banyak lagi. Jadi, lebih banyak anda terbangun dan memvalidasi eksistensi anda, dan itulah adalah ukuran intelejensia yang benar.
Sekarang, di suatu tempat di luar sana ada seseorang yang sedang membaca pemikiran ini untuk dirinya sendiri, "Ah, ya, saya setuju. Orang-orang tidak mengetahui, dan tak seorangpun lebih bodoh daripada mereka yang menyangka bahwa mereka mengetahui semuanya. Saya memahami bahwa disebabkan saya bijaksana dan terjaga." Tetapi bukankah itu semacam salah satu dari idiot dalam penolakan yang berada di bawah anda akan katakan?
"Oh, baiklah, yaah." Anda jawab. "Maksud saya, saya tau mereka akan mengatakan begitu, tetapi berbeda ketika saya yang mengatakannya karena saya memang beda. Saya adalah seorang yang paling pintar, seorang yang paling tau-diri."
Tetapi bukankah seorang idiot dalam penolakan akan tetap menolak kebodohan mereka dan tetap menegaskan superior mereka? Bukankah seorang idiot yang selalu terus mengatakan, "Oh, yah baiklah, apabila bakan itu nampaknya kebetulan faktanya masih tetap begitu bahwa saya pintar. Lagipula, saya tau bahwa saya pintar. Saya bisa membuktikannya. Lihat semua buku yang telah saya baca dan tanyakan saya telah merenungkan. Yada Yada Yada"
Jastifikasi anda mungkin baik di atas kertas, tetapi anda masih tetap kurang mengerti. Ingat, kita semua kurang mengerti, Jadi, lebih banyak anda memelihara kebenaran lebih banyak anda membuat permasalahan logika anda dalam penyangkalan kekurang mengertian anda. Bagaimanapun, peristiwa ketika anda menerima dengan tanpa syarat bahwa anda kurang mengerti adalah suatu peristiwa di mana anda sedang membawa diri anda pada langkah jalan pertama anda pada jalan untuk pencerahan ...sepanjang anda tidak memulai mengucapkan selamat pada diri anda sendiri lagi tentang bagaimana telah begitu bijaksananya anda dalam mengakui kekurang mengertinya anda.
ANDA BEGITU TERSESAT ANDA TIDAK TAU ANDA SEDANG TERSESAT
"Seorang anak yang salah didik adalah seorang anak yang tersesat", (John F. Kennedy)
"Lebih baik anda dapat memahami dan berhubungan dengan kebanyakan orang apabila anda melihat tentang mereka - tidak perduli penampakan, berapa usia atau kesan mereka - seolah-olah mereka adalah anak-anak. Hampir semua dari kita tidak pernah percaya bahwa kita benar-benar berkembang dan dewasa sejauh itu - kita dengan mudah tumbuh lebih tinggi. Oh, untuk memastikan, kita kurangi tertawa, kurangi bermain dan berpakaian menjijikkan, tidak nyaman seperti orang dewasa, tetapi di dalam pakaian itu adalah anak yang mana adalah selalu kita, yang memiliki keinginan sederhana, yang kehidupan setiap harinya masih digambarkan oleh dongeng" (Leo Rosten).
"Anda tidak bertanggungjawab terhadap suatu program yang anda ambil ketika masih kecil. Bagaimanapun, sebagai seorang yang sudah dewasa anda seratus persen bertanggung jawab untuk memperbaikinya" (Ken Keys, Jr.)
Baiklah, jadi anda telah mendedikasikan hidup anda untuk belajar dan anda telah ahli dalam seni olah pikir. Sekarang anda perlu menempatkan keahlian itu dalam membangun filosofi anda dalam hidup. apabila suatu ide penulisan suatu buku filosofi dari suara diri anda sendiri mengintimidasi. Saya ada punya berita baik dan saya ada punya berita buruk. Berita buruk nampaknya akan membutuhkan kerja lebih banyak daripada yang anda perkirakan, sebab pertama anda harus mengerti tentang hidup. Berita baiknya adalah bahwa hal ini memungkinkan, setiap orang dapat melakukannya dan buku ini akan menerangkan bagaimana caranya. Akan tetapi untuk menerangkan tentang hidup kita akan memerlukan untuk melangkah ke belakang dan memulai dari awal.
"Lebih baik anda dapat memahami dan berhubungan dengan kebanyakan orang apabila anda melihat tentang mereka - tidak perduli penampakan, berapa usia atau kesan mereka - seolah-olah mereka adalah anak-anak. Hampir semua dari kita tidak pernah percaya bahwa kita benar-benar berkembang dan dewasa sejauh itu - kita dengan mudah tumbuh lebih tinggi. Oh, untuk memastikan, kita kurangi tertawa, kurangi bermain dan berpakaian menjijikkan, tidak nyaman seperti orang dewasa, tetapi di dalam pakaian itu adalah anak yang mana adalah selalu kita, yang memiliki keinginan sederhana, yang kehidupan setiap harinya masih digambarkan oleh dongeng" (Leo Rosten).
"Anda tidak bertanggungjawab terhadap suatu program yang anda ambil ketika masih kecil. Bagaimanapun, sebagai seorang yang sudah dewasa anda seratus persen bertanggung jawab untuk memperbaikinya" (Ken Keys, Jr.)
Baiklah, jadi anda telah mendedikasikan hidup anda untuk belajar dan anda telah ahli dalam seni olah pikir. Sekarang anda perlu menempatkan keahlian itu dalam membangun filosofi anda dalam hidup. apabila suatu ide penulisan suatu buku filosofi dari suara diri anda sendiri mengintimidasi. Saya ada punya berita baik dan saya ada punya berita buruk. Berita buruk nampaknya akan membutuhkan kerja lebih banyak daripada yang anda perkirakan, sebab pertama anda harus mengerti tentang hidup. Berita baiknya adalah bahwa hal ini memungkinkan, setiap orang dapat melakukannya dan buku ini akan menerangkan bagaimana caranya. Akan tetapi untuk menerangkan tentang hidup kita akan memerlukan untuk melangkah ke belakang dan memulai dari awal.
Bayangkan bagaimana hidup setiap orang dimulai. Ketika anda dilahirkan akal anda kosong dan seperti batu tulis. Dipastikan, anda memiliki beberapa naluri dan beberapa bakat tetapi berpengetahuan nol dan dengan demikian pengertian nol tentang dunia yang anda yakini. Untungnya bagi anda, dari waktu anda di dalam rahim otak anda telah menyerap segala yang anda alami dan mencoba agar masuk akal darinya. Ini terus begitu untuk beberapa tahun pertama dari kehidupan anda sebelum anda bahkan disadarkan pada eksistensi anda sendiri. Kemudian, sekitar umur 4 tahun anda mulai mempertahankan ingatan dan menjadi sadar dari suatu kenyataan bahwa anda itu eksis. Setelah itu otak anda tetap terus menyerap pengetahuan, tetapi saat itu anda telah dapat mengendalikan mesin pengumpul pengetahuan yaitu akal dan badan anda.
Sebagai seorang bayi anda dengan susah-payah mengetahui segalanya tentang dunia di sekeliling anda. Jadi anda secara alami terbawa oleh kagum dan khawatir mempelajari tentang apasaja yang anda bisa mengenai tempat misterius dunia ini di mana anda menemukan diri anda berada di dalamnya. Anda telah menyaksikan, menyentuh, mencium, merasa, dan mendengar terhadap apasaja yang sedang terjadi di sekeliling anda. Anda merangkak ke dalam tempat-tempat di mana anda tidak seharusnya di sana untuk menlihat apa yang ada di sana. Anda telah membuka apasaja yang anda bisa. Anda telah merusak sesuatu hanya untuk melihat bagaimana mereka bisa rusak/hancur. Ketika anda belajar berbicara anda merengek pada orang tua anda dengan pertanyaan-pertanyaan yang mendalam bagi anda tetapi sangat mendasar, sehingga mereka membuat mata orang tua anda. berperan. Kehidupan awal anda ditentukan oleh prasangka pada pengetahuan.
Sepanjang sisa masa kanak-kanak anda, anda terus belajar tentang dunia dari pengalaman-pengalaman anda, orang tua anda, sekolah anda, teman-teman anda, dan media apasaja di mana anda terekpos. Ketika anda telah diwisuda dari sekolah, anda pindah keluar menuju diri anda sendiri, anda telah memiliki suatu kepercayaan yang baik tentang bagaimana dunia ini bekerja. Pada kenyataannya, pembatasan suatu kejadian traumatis filosofi anda tentang hidup tampaknya tidak akan berubah banyak setelah itu. Sayangnya, ini bukan karena pengertian anda terhadap hidup ini sudah lengkap. Ini disebabkan oleh beberapa hal tentang kemurnian praduga/prasangka anda tentang pengetahuan yang telah sirna.
Di suatu tempat di ujung jalan untuk pencerahan, anda memulai mempertahankan jawaban-jawaban yang telah anda berikan. Atau anda telah menyimpulkan bahwa anda telah mengetahui semua yang perlu anda ketahui dan apa saja yang anda belum ketahui anda telah membuat alasan mengapa anda tidak, tidak harus atau tidak butuh untuk mengetahuinya. Atau mungkin anda hanya lebih tertarik untuk mengejar tujuan-tujuan jangka pendek seperti bercumbu/berhubungan seksual, menjadi tampak keren, minum minuman keras, memakai narkoba, bercinta, membesarkan keluarga, mendapatkan kenaikan pangkat, menjadi orang yang dihormati, sedang menikmati hiburan daripada mengetahui realitas.
Banyak faktor yang bertanggungjawab terhadap stagnasi dari pengertian anda yang telah ada sebelum anda bahkan menjadi sadar tentang eksistensi anda. Tanggungjawab atau penjagaan orang tua anda telah memaksa anda pada sistem kepercayaan atau persepsi mereka dari realitas (atau ketiadaan) ke dalam diri anda sebelum anda mencapai kesadaran, dan anda telah cenderung untuk mempercayai pesan-pesan yang mereka kirim kepada anda tanpa mempertanyakan meraka sebab manusia secara alami cenderung mempercayai orang-orang mereka yang telah mengajari untuk menyatukan sebagai figur otoritas. Ketika filosofi mereka diberikan kepada anda ditambah atau diganti oleh hal-hal yang anda pelajari dari rekan-rekan anda, sekolah, mentor, dan selibriti. Sementara anda dengan tidak diragukan telah belajar suatu pengetahuan berharga dari sumber-sumber tersebut yang anda harus ambil sebagai pertimbangan yang dengan cara yang sama filosofi anda telah dipengaruhi oleh pengajaran dari orang yang anda anggap lebih tua, setiap orang darimana anda belajar juga dipengaruhi oleh orang yang lebih tua dari mereka, yang juga telah mempercayai kepada orang yang lebih tua dan begitu seterusnya dan sampai pada ketika jaman kuno atau primitip.... masing-masing generasi lebih bodoh daripada yang terahir.
Setiap kebudayaan sejak awal sejarah umat manusia telah mempunyai ketentuan petunjuk dan peraturan kehidupan sendiri-sendiri. Bahkan sekarang ada ribuan budaya di seluruh dunia dengan persepsi sesuai dengan mereka sendiri tentang kenyataan...dan mereka semuanya (dulu dan sekarang) mengklaim sebagai yang benar, dan karena mereka percaya bahwa mereka adalah yang benar mereka menentang pendapat para pembangkang bahkan sering langsung membunuh orang-orang yang tidak mengakuinya.
Jika anda dilahirkan 1000 tahun yang lalu atau yang akan datang...atau jika anda dilahirkan 2000 kilometes jauhnya di mana dari anda sekarang ini anda akan masuk pada suatu interpertasi tentang kenyataan yang berbeda. Dan dari perspektip itu anda akan mempercayai tentang kepastian kematian yang banyak hal anda percayai sekarang ini adalah sangat tidak masuk akal. Anda bahkan mungkin benci atau ingin membunuh orang-orang yang percaya sesuatu hal yang anda percayai sekarang ini. Hal yang ingin dikemukakan adalah bahwa pendidikan kebudayaan anda adalah bersifat subjektip dan sementara.
Untuk membuat persoalan-persoalan semakin buruk, yang lebih tua (dan khususnya rekan-rekan anda) yang memaksakan keterangan mereka tentang realitas kepada anda yang tidak mempunyai pengetahuan tentang hidup mereka sendiri secara menyeluruh. Anda dapat menguji mereka tentang hal ini. Tanyakan pada siapa saja yang anda kenal tentang apa arti hidup ini. Minta siapa saja yang anda kenal untuk menerangkan hidup secara keseluruhan kepada anda. Minta mereka untuk mengatakan kepada anda filosofi mereka tentang hidup ini, dan suruh mereka untuk meberikan bukti pendukung tentang apa yang telah mereka katakan dengan bukti logika serta empiris. Lakukan hal itu dan anda akan menemukan tak seorangpun dari orang yang mengajari anda tentang hidup ini telah memahaminya. Kenyataannya, anda akan menemukan hampir semua orang hanya memiliki pemahaman tentang firasat hidup yang sangat dangkal. Jangan heran ketika anda mendengar lebih banyak alasan, cerita-cerita yang keluar dari logika, dan kebencian daripada jawaban yang masukakal ketika anda menempatkan orang-orang itu di tempat mereka.
Hal lainnya yang akan anda lihat apabila anda menguji pengetahuan orang-orang apakah hal itu ada suatu korelasi negatip antara kepastian mereka pada pengetahuan mereka dan banyaknya pengetahuan mereka. Dengan kata lain, orang-orang yang paling ngotot dan blak-blakan tentang kepercayaan mereka memiliki kecenderungan sedikit mengerti tentang kehidupan. Ini terjadi karena semakin sedikit anda mengetahui akan lebih sederhana dunia ini bagi anda dan semakin sedikit jalan ke luar yang menimbulkan keraguan. Bagaimanapun, lebih banyak anda tau anda akan lebih menyadari bagaimana kecil yang anda ketahui dan akan menjadikan anda lebih rendah hati dengan penemuan ketidak tahuan (kebodohan) anda.
Apabila anda dibesarkan oleh guru yang tidak mengerti atau bodoh, anda akan belajar informasi yang tidak benar. Itu suatu fakta yang nyata. Sekarang, ini mungkin bukan suatu masalah yang sulit untuk dibenarkan atau dikoreksi, terkecuali itu dalam hidup anda, anda mempunyai banyak guru bodoh yang berbeda-beda memaksa anda untuk menerima kepercayaan-kepercayaan yang bertentangan dengan instruksi guru bodoh sebelumnya. Pada waktu ketika anda tidak ingin mengetahui yang mana yang harus dipercaya. Hal itu cukup membuat anda untuk menyerah, berhenti, dan jangan mempercayai semuanya...atau mempercayai semuanya...atau hanya percaya pada hal pertama yang dikatakan kepada anda...atau hanya percaya pada apa yang paling populer (terkenal) saja.
Dan lagi, ini mungkin bukan masalah yang begitu sulit untuk dikoreksi kecuali bahwa sekalipun anda telah memiliki kemampuan untuk menentukan guru mana yang benar dan membuang semua guru yang salah, anda akan masih dihadapkan pada masalah bahkan yang paling pandaipun tidak mampu untuk menjelaskan semuanya. Jadi pengajaran mereka hanya masih membawa anda setengah jalan ke pantai terang, yang mana berarti anda masih akan terbawa arus dalam lautan ketidak tahuan.
Peluang pada anda agar mampu memperbaiki setiap masalah-masalah itu akan diminimalis bahkan lebih dari itu dengan fakta bahwa anda kemungkinannya tidak pernah berusaha untuk mengartikulasi kepercayaan anda kepada diri anda sendiri, dan anda tidak dapat memperbaiki suatu masalah apabila anda tidak mengetahui apa variabel-variabelnya. Tahukah anda, apa yang sedang anda percayai? Jika demikian, seberapa jauh? Jika anda ditanya untuk menerangkan filosofi anda tentang hidup sekarang dengan sangat rinci dapatkah anda melakukannya?
Itu sebenarnya pertanyaan jebakan, sebab apabila anda dapat menjawabnya, itu berarti anda telah menulis filosofi anda tentang hidup di dalam blogs, cerita, suatu manifesto, dlsb. Jika anda tidak pernah menulis ide-ide anda, itu berarti anda tidak pernah melakukannya. Dapatkah anda menghitung suatu persamaan kwadrat di dalam kepala anda? Dapatkah anda merancang secara rinci dari suatu mesin yang rumit di kepala anda? Dapatkah anda menulis seluruh buku secara rinci sepenuhnya di dalam kepala anda? Kecuali anda seorang anak cendikiawan yang ajaib, maka jawabannya adalah, tidak. Atau bisakah anda mendapatkan seluruh kehidupan dinyatakan di dalam kepala anda?. Memecahkan suatu persoalan yang besar harus dilakukan di atas kertas langkah demi langkah. Sehingga apabila anda tidak pernah menulis sesuatu satu paragraf tentang keterangan hidup, jauh lebih sedikit dari sebuah buku ini dengan pasti anda hanya mempunyai suatu keterangan angan-angan hidup.
Hal ini menimbulkan suatu pertanyaan, apabila anda belum pernah menjelaskan itu semua dan belum pernah menulis suatu teori tentang kesatuan hidup lalu bagaimana anda telah sedang membuat keputusan semuanya setahun ini? Ini mungkin mengejutkan anda, tetapi bahkan apabila anda tidak menyadarinya anda sebenarnya mempunyai hidup dengan filosofi anda sekarang, dan jika anda tidak tahu sebenarnya filosofi apa itu, maka anda tidak sedang dalam mengendalikan hidup anda. Orang atau orang-orang yang telah memasukkan ide-ide ke dalam kepala anda ketika anda sedang tidak memiliki kesadaran, adalah sedang mengendalikan anda, dan itu cara hidup yang berbahaya.
Apabila, ketika diminta menunjukkan filosofi anda tentang hidup, anda menanggapi dengan menunjuk pada suatu kitab agama, maka anda akan lebih baik duduk saja dalam suatu tempat peribadatan atau semacam pusat keagamaan. Jika anda tidak, maka anda tidak benar-benar sedang hidup sesuai dengan ajaran kitab anda. Anda memilih bagian yang anda setujui dan membuat alasan untuk menghapuskan bagian-bagian yang meminta anda untuk mendedikasikan begitu banyak hidup anda terhadap agama anda, sehingga anda dapat hidup dengan cara hidup modern yang anda inginkan. Jika anda belum mendedikasikan seluruh hidup anda terhadap agama anda dan anda berpikir anda sedang hidup sesuai dengan kitab anda lalu anda hanya tahu sebagian dari filosofi anda yang seharusnya sedang anda jalani hidup, dan itu merupakan cara hidup berbahaya. Jika anda telah mendedikasikan hidup anda terhadap agama anda, maka anda sebaiknya tidak usah membaca buku ini....terkecuali anda berpendapat bahwa Tuhan anda adalah lebih besar daripada agama metologi buatan manusia anda, dan masih tetap ada ruang untuk menanyakan pertanyaan-pertanyaan.
Banyak orang tidak mau menunjukkan diri dan mengakui bahwa mereka itu tidak mengerti dan tidak mempunyai filosofi dalam hidup mereka. Orang yang mengaku sebagai orang agamis tidak akan mengakui bahwa agama tidak memainkan suatu peran penting dalam kehidupan mereka entah disebabkan sebagian besar orang tidak khawatir tentang menetapkan suatu filosofi pribadi yang logis tentang makna hidup sebab mereka merasa bahwa mereka tidak memerlukannya. Mereka percaya bahwa mereka secara alami ditarik dengan benar di mana mereka seharusnya berada dalam hidup, yang mana mereka pakai sebagai bukti bahwa mereka adalah salah satu yang tercerdik yang pernah hidup, jika tidak sepenuhnya, maka secukupnya diketahui. Padahal bila kebanyakan orang diminta untuk membuktikan bagaimana cerdikrnya mereka dengan menunjukkan manifesto yang diakui tentang hidup secara empiris, sistimatis, dan logis yang mereka telah tulis mereka segera akan memulai membuat alasan mengapa mereka dikeluarkan dari tugas tetapi masih mendapatkan nilai "A". Ini merupakan sesuatu yang alami bagi manusia untuk mempertahankan diri anda sendiri, tetapi naluri ini telah mencegah banyak orang pintar bangun keluar dari berjalan dalam tidur mereka dan hidup pada suatu kehidupan yang berharga dari suatu kebanggaan yang mereka ambil dari dalam diri mereka sendiri.
Pertimbangkan hal-hal berikut ini:
- Sebagian besar orang adalah tidak sadar atau tidak berakal.
- Sebagian besar orang tidak mengira bahwa mereka itu tidak sadar atau tidak berakal.
- Sebagian besar orang menolak tentang kenyataan bahwa mereka itu tidak sadar atau tidak berakal.
Hampir semua orang setuju dengan pernyataan itu, tetapi jangan terlalu cepat tertawa pada teori tolol yang mereka sebutkan. Tanyakan pada diri anda sendiri, bagaimana anda tau bahwa anda bukan seorang yang tidak sadar yang sedang menyangkal? Lagipula, kemungkinannya melawan anda.
Suatu pengujian untuk menentukan jika anda tidak sadar dan dalam menyangkal adalah sangat sederhana. Pada skala di bawah, di mana "0" mewakili orang tidak berakal bayi baru lahir dan "10" mewakili seseorang yang memiliki hidup dan tau sepenuhnya, tandai di mana anda mempercayai tentang anda dan di mana mayoritas orang lain berada.
0~1~2~3~4~5~6~7~8~9~10
Sudahkan anda menandait tanda-tanda anda? Anda tidak boleh merubah jawaban anda setelah anda menandainya. Baiklah, coba lihat bagaimana anda telah memberi penilaian.
Ujian ini tidak bermaksud seberapa banyak anda tau, hanya berapa banyak anda kira anda tau. Tak perduli di mana anda tandai diri anda sendiri pada skala itu, anda adalah tidak mengetahui. Kita semua kurang akal. Pertanyaannya hanyalah bagaimana penolakan kita dari fakta itu.
Lebih tinggi tanda yang telah anda tandai lebih tinggi pula penolakan anda. Tuduhan ini mungkin menyerang anda. Anda mungkin orang yang sangat pandai, tetapi jika anda bijaksana anda akan mengesampingkan kebanggaan anda dan mendengarkan iajaran "grafik penolakan" yang harus diajarkan. Semakin lengkap anda mempercayai akal anda, semakin sedikit ruang anda yang akan anda percayai untuk memiliki ruang untuk berkembang. Lebih tepatnya, lebih kecil ruang yang anda rasakan yang diperlukan untuk berkembang. Jadi, lebih kecil motivasi yang harus akan anda tantang tentang ide-ide anda sekarang dan akan belajar lebih banyak lagi. Jadi, anda akan lebih sedikit sepertinya melakukan salah satu dari hal-hal itu. Sehingga tidak terkecuali bagaimana pintar anda sebenarnya sekarang, kesombongan anda akan memperlambat anda, sehingga membutuhkan waktu lama dalam perjalanan akhirnya anda akan gagal untuk bangun sepenuhnya, yang mana akan menyebabkan anda gagal untuk berbuat yang terbaik pada hidup anda, yang mana akan menyebabkan anda gagal untuk memvalidasi keberadaan anda. Sehingga semua pengetahuan anda yang dibanggakan sekarang akan tidak berarti kecuali merusak anda. Bagaimanapun, lebih besar anda percaya anda tersesat dan tidak mengetahui (tidak perduli berapa banyak sebenarnya yang anda ketahui sekarang) lebih banyak ruang anda akan percaya anda harus berkembang, dan dengan demikian lebih banyak lagi motivasi harus akan anda tantang ide-ide baru anda dan akan belajar lebih banyak lagi. Jadi, lebih banyak anda terbangun dan memvalidasi eksistensi anda, dan itulah adalah ukuran intelejensia yang benar.
Sekarang, di suatu tempat di luar sana ada seseorang yang sedang membaca pemikiran ini untuk dirinya sendiri, "Ah, ya, saya setuju. Orang-orang tidak mengetahui, dan tak seorangpun lebih bodoh daripada mereka yang menyangka bahwa mereka mengetahui semuanya. Saya memahami bahwa disebabkan saya bijaksana dan terjaga." Tetapi bukankah itu semacam salah satu dari idiot dalam penolakan yang berada di bawah anda akan katakan?
"Oh, baiklah, yaah." Anda jawab. "Maksud saya, saya tau mereka akan mengatakan begitu, tetapi berbeda ketika saya yang mengatakannya karena saya memang beda. Saya adalah seorang yang paling pintar, seorang yang paling tau-diri."
Tetapi bukankah seorang idiot dalam penolakan akan tetap menolak kebodohan mereka dan tetap menegaskan superior mereka? Bukankah seorang idiot yang selalu terus mengatakan, "Oh, yah baiklah, apabila bakan itu nampaknya kebetulan faktanya masih tetap begitu bahwa saya pintar. Lagipula, saya tau bahwa saya pintar. Saya bisa membuktikannya. Lihat semua buku yang telah saya baca dan tanyakan saya telah merenungkan. Yada Yada Yada"
Jastifikasi anda mungkin baik di atas kertas, tetapi anda masih tetap kurang mengerti. Ingat, kita semua kurang mengerti, Jadi, lebih banyak anda memelihara kebenaran lebih banyak anda membuat permasalahan logika anda dalam penyangkalan kekurang mengertian anda. Bagaimanapun, peristiwa ketika anda menerima dengan tanpa syarat bahwa anda kurang mengerti adalah suatu peristiwa di mana anda sedang membawa diri anda pada langkah jalan pertama anda pada jalan untuk pencerahan ...sepanjang anda tidak memulai mengucapkan selamat pada diri anda sendiri lagi tentang bagaimana telah begitu bijaksananya anda dalam mengakui kekurang mengertinya anda.
Comments
Post a Comment