ARTI HIDUP - Bagian 11: Apa Yang Tersisa
BAGIAN 11:
Langkah ke lima adalah menciptakan diri anda sendiri
Anda memiliki kemampuan otak yang sangat menakjubkan dapat mengingat seluruh buku-buku dan merancang cara untuk membangun pesawat luar angkasa, dan meskipun tujuan-tujuan itu mempunyai tempat mereka sendiri bukan karena itu anda ada di sini. Anda di sini menjadi anda sekarang juga tak perduli berapa banyak pesawat luar angkasa yang telah anda miliki. Jika anda melakukan pembuatan banyak pesawat luar angkasa dan mereka semua rusak kehidupan anda tidak akan dianggap tanpa arti, sebab arti kehidupan bukan menyelesaikan setiap tujuan eksternal. Tetapi arti kehidupan itu adalah untuk menciptakan diri anda sendiri.
Sebagaimana alam semesta mewujudkan anda akhirnya memiliki suatu kesempatan untuk mengalami kesanggupan merasa. Dan pada intinya sebagai makhluk berakal adalah untuk menjadi individu dengan anda sendiri terhadap pikiran, keinginan, tujuan, ketidak sukaan, kekhawatiran, dlsb, yang anda pilih atau ciptakan. Tetapi jika anda tidak dengan sadar dan sistematis menciptakan diri anda sendiri, maka anda beresiko membuang dan menyia-nyiakan masa ribuan tahun terhadap kerja keras hanya untuk menjadi sebuah bayang-bayang kusam sebagai anda yang seharusnya.
Sebagai seorang anak Tuhan anda telah diciptakan untuk menjadi bebas berkeinginan, sebagai makhluk hidup sepenuhnya. Tujuan utama dalam penciptaan anda dalam bentuk dan tempat anda berada adalah untuk memberi anda suatu kesempatan menciptakan diri anda sendiri sebagaimana yang anda inginkan untuk menjadi pengati Tuhan menciptakan anda sebagai suatu jiplakan (clone), budak atau mainan. Tetapi ini tidak begitu saja terjadi dengan sendirinya. Anda harus melakukan pemgendalian terhadap prosesnya.
APA YANG TERSISA
"Seorang musikus harus bermain musik, seorang pelukis harus melukis, seorang pembuat puisi harus menulis, jika dia pada akhirnya menjadi sangat damai dengan dirinya sendiri. Apa yang dapat seseorang capai, dia harus menjadi itu". Abraham Maslow.
"Mereka yang menjadi lebih baik bersama dengan umur merangkul kekuatan penumbuh dan pencapaian diri dan memulai mengganti kemudaan dengan bijaksana, kepolosan dengan pengertian, dan kengawuran dengan aktualisasi diri". Bo Bennet.
"Keperdulian diri atau kesadaran diri dapat mengarahkan pada pengembangan kesadaran. Hal ini dapat mengarahkan pada pengembangan pengendalian kehidupan seseorang. Keperdulian diri melibatkan suatu kapasitas bukan hanya melihat ke belakang, akan tetapi juga melihat ke depan. Keperdulian diri bukan hanya suatu pemberian, tetapi itu suatu tanggung jawab". Mutti James hannush.
Argumentasi apapun apakah Tuhan itu ada atau tidak, masih dapat diperdebatkan. Kekuatan yang sama ada pada The Big Expansion. Argumentasi sebenarnya adalah apakah kekuatan itu adalah makhluk hidup atau bukan. Tetapi bahkan itu bukan masalahnya, sebab pada keadaan yang mana saja niatannya adalah sama.
Suatu argumentasi apakah akhirat itu ada atau tidak adalah masih sama-sama dapat diperdebatkan Jalan yang paling aman adalah mengasumsikan tidak adanya akhirat, sehingga kita termotivasi untuk memakai waktu yang terpendek yang kita miliki di sini saat ini. Pada waktu bersamaan bagaimanapun, jalan yang paling aman adalah mengasumsikan adanya akhirat di mana kita akan diadili, sehingga kita termotivasi untuk mencari jalan yang benar dalam hidup. Sehingga jalan yang paling aman mengharapkan yang terbaik dan merencanakan kejadian yang terburuk.
Juga, jika tidak ada akhirat, maka waktu pendek yang kita miliki dalam hidup ini sangat penting sekali. Bagaimanapun, jika tindakan-tindakan kita menentukan kwalitas kehidupan akhirat yang sangat-sangat panjang, maka perilaku kita sekarang sangat-sangatlah penting sekali. Tidak perduli skenario yang mana saja anda pilih untuk mempercayainya, bahkan jika anda tidak percaya pada salah satu dari meraka, implikasinya adalah sama. Apapun yang sedang anda lakukan di sini, saat ini adalah sangat-sangatlah penting sekali.
Satu hal yang paling penting yang harus kita lakukan adalah sama, tidak perduli skenario yang mana, apabila ada, anda pilih untuk mempercayainya. Arti kehidupan adalah memenuhi potensi anda. Sehingga semua yang anda perlukan untuk merasa khawatir tentang suatu kenyataan bahwa apabila anda tidak mengetahui bagaimana untuk memenuhi potensi anda, maka hal yang paling penting (dengan demikian, yang terpenting) anda dapat lakukan dengan kehidupan anda adalah, mencoba menemukan "bagaimana" cara untuk memenuhi potensi anda.
Untuk mencapai potensi badan fisik anda, anda harus hidup dengan cara hidup sehat. Bagaimana untuk mencapai hal itu adalah mendokumentasikannya dengan baik dan mengerti. Menerangkannya di sini akan menjadi berlebihan. Potensi mental kita belum dipahami dengan baik.
MENCARI BAGIAN ATAS BOLA
Ada banyak teori yang kontradiksi tentang potensi apa yang tertinggi pada akal manusia. Setiap agama, pemerintah, orang tua, budaya, dan cabang budaya mempunyai definisi yang berbeda-beda terhadap manusia yang ideal. Beberapa dari teori mereka sangat artikulasi dan beberapa bahkan tidak jelas. Beberapa orang bahkan berpendapat bahwa hal itu tidak dapat diketahui. Jadi teori yang mana, jika ada, yang benar?
Pertama-tama, idenya adalah potensi kita tidak dapat diketahui merupakan pendapat yang tidak praktikal, jika tidak sepenuhnya dikatakan salah. Kenyataan permasalahnya adalah, anda hidup, dan tentu ada konsekwensi terhadap setiap perilaku anda. Konsekwensi itu mungkin menggema sampai ke dalam alam akhirat, atau konsekwensi itu mungkin hanya berakibat pada anda waktu sekarang saja ketika hidup di dunia. Jalan yang mana saja, sama-sama nyata. Untuk itu anda perlu mendapatkan pada semacam suatu kesimpulan tentang apa yang harus anda lakukan dengan hidup diri anda sendiri. Jika anda tidak mendapatkannya, maka anda menyerahkan kendali perkembangan anda. Jika anda membiarkan itu terjadi hanya ada dua kemungkinan hasilnya. Apakah akal anda akan terhenti atau mandek, atau anda akan tanpa sadar menginjinkan orang lain mengendalikan arah perkembangan diri anda. Jalan yang mana saja anda tidak akan dapat memenuhi potensi anda, dan anda akan menderita sebagai pengganti dari suatu kehidupan yang bernilai sampai (dan mungkin setelah) anda mati.
Pada satu catatan samping, jika anda memutuskan mengambil kendali terhadap perkembangan diri anda sendiri dan mencoba menentukan potensi akal tertinggi anda dengan hanya harus menerima kesimpulan-kesimpulan yang logis saja. Anda dapat mempercayai siapapun atau sistem apapun dari suatu kepercayaan sepanjang kesimpulan mereka itu logis. Akan tetapi anda harus tidak mempercayai orang-orang yang mengatakan sesuatu kepada anda yang tidak logis, tidak perduli otoritas apa yang atasnamakan. Dalam matematika, otoritas yang hanya membuktikan suatu persamaan itu benar, adalah logika. Sama juga untuk membenarkan pada suatu kepercayaan. Sesuatu yang lolos pengujian secara logika itu hanyalah otoritas yang memberikan kata "benar".
Untuk alasan ini, dari sekarang ke depan ketika berkata tentang potensi mental tertinggi kemanusiaan. Tulisan ini akan lebih suka memakai istilah yang sama yang dipakai oleh para psikologi profesional; yaitu, "aktualisasi diri". Istilah ini lebih disukai daripada "kedewasaan rohani", "kesempurnaan" atau "kedewasaan", sebab psikologi adalah ilmu pengetahuan (sains). Ini berarti tidak selalu ilmu pengetahuan itu ilmu pasti, tetapi ilmu sains itu melakukan pencarian dan penemuan kebenaran melalui sebab dan eksperimen. Ilmu itu harus tidak mempunyai kiblat, tendensi atau orientasi terhadap dogma agama atau budaya. Pemakaian istilah ilmu pengetahuan sosial "aktualisasi diri" mengambarkan kebutuhan untuk mencari dan menemukan kebenaran dengan menganalisa dunia anda secara logika dan dengan apa adannya.
APA KESAMAAN MILIK OLEH ATHENA DAN WINA?
Dua pertanyaan yang ingin kita tanyakan adalah: apa itu aktualisasi diri?, dan bagaimana untuk mencapainya?
Definisi secara offisial tentang "aktualisasi diri" adalah: "mengembangkan atau meraih potensi seseorang" (dari Dictionary.com Unabridged (v 1.1))
Anehnya, definisi itu tidak jelas dan tak berguna. Definisi itu tidak mengatakan tentang apa potensi kita atau bagaimana untuk meraihnya.
Mengapa kata ini diciptakan tetapi definisinya hanya setengah? Sebenarnya ada jawaban yang sangat menarik terhadap pertanyaan itu yang mana memotong inti dari ilmu filsafat dan psikologi, dan suatu perjuangan untuk menyamakan suatu keadaan yang masih sering bertentangan dari dua bidang itu secrara bebas atau tidak saling tergantung.
Tujuan utama ilmu filsafat adalah untuk mendapatkan atau menemukan kebenaran. Akan tetapi apa gunananya suatu kebenaran? Kebenaran hanya berguna bagi anda untuk dipakai pada kehidupan anda. Sehingga betul-betul, tujuan dari filsafat adalah menemukan kebenaran yang akan membantu terhadap kehidupan anda. Akan tetapi kebenaran tidak akan berguna bagi anda jika anda tidak mengetahui apa yang seharusnya anda lakukan dengan kehidupan anda. Jadi tujuan filsafat sebenarnya adalah untuk menemukan apa yang sebenarnya harus anda lakukan dengan kehidupan anda lalu kemudian temukan kebenaran yang paling baik untuk membantu anda dalam mencapai tujuan itu. Tetapi apakah sebenarnya kehidupan anda itu? Kehidupan anda didefinisikan oleh pengalaman apa yang dialami oleh akal anda. Ini berarti tujuan dari ilmu filsafat untuk menemukan apa yang sebenarnya harus anda lakukan dengan akal anda dan kemudian temukan kebenaran yang akan membantu anda menyelesaikan tujuan hidup anda.
Agar mengerti apa yang dilakukan dengan akal anda pertama-tama anda harus mengetahui akal anda. Untuk melakukan hal itu anda butuh mempelajari akal anda. Mempelajari akal disebut psikologi. Jadi tujuan filosofi dan psikologi utamanya adalah satu dan itu sama. Ilmu filsafat hanya pendekatan suatu tujuan dari luar ke dalam dan ilmu psikologi adalah pendekatan suatu tujuan dari dalam ke luar.
Sayangnya, ilmu filsafat tidak melakukan sebanyak yang seharusnya dalam membantu kita untuk mengerti tentang kehidupan, sebab filsafat profesional mempunyai sangat sedikit aturan, dan apapun aturan yang dipunyai dapat dengan mudah menjadi rusak dengan konsekwensi sedikit resiko negatip terhadap keprofesionalanya. Secara tradisional, filosof hanyalah orang-orang sembarangan/siapa saja (biasanya kelas atas) mempunyai banyak waktu mempertanyakan pertanyaan acak yang "mendalam" dan menyatakan kesimpulan mereka sebagai kenyataan. Sebagai hasil dari ini tidak mengherankan bahwa filosof sangat jarang diambil secara serius. mereka memetodologikan dan kemudian kesimpulan mereka terlalu acak.
Psikolog profesional, di lain pihak, adalah (sekarang) terikat oleh tuntunan moral dan prosedur yang ketat. Keadaan ini adalah standar kwalitas untuk suatu penelitian dan mencegah perlakuan tidak etis pada manusia. Bagaimanapun, ini juga berlaku seperti batasan ketat dalam progres penelitian/pengobatan secara psikologi.
Penelitian psikologi adalah dengan kwantitatif alam. Jika percobaan anda tidak dapat diukur dan pengukuran-pengukuran itu tidak dapat direproduksi dengan hasil-hasil yang konsisten, hasil-hasil itu tidak akan dipublikasikan. Kemudian hasil-hasil tidak akan diterima. Ini yang membatasi psikologi sebab anda tidak dapat membuktikan secara empiris apakah potensi yang paling tinggi dari akal pikiran manusia. Jika anda tetap membuat pengakuan, apapun itu akan secara benar dilebeli paling baik sebagai filosofi atau paling jelek sebagai pendapat.
Ini berarti psikologi profesional telah memotong kakinya sendiri. Jika anda tidak dapat atau tidak ingin memutuskan potensi apa yang paling tinggi pada manusia, maka apa tujuan akhir anda bekerja terus menerus ketika sedang mengelola perawatan psikologi?. Tentu, anda dapat mengurangi penderitaan mental, tetapi anda tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Jadi, semua yang harus dapat anda lakukan adalah isi lembah itu dan jaga status quo. Bahkan pernah ada suatu tulisan sandiwara yang mengeksplorasi teka-teki ini berjudul "Equus" oleh Peter Shaffer.
Psikologi tidak harus tanpa pegangan sebagai jangkar. Jika tidak ada yang lain, tujuannya harus mengembangkan akal orang-oramg ke arah suatu titik yang mereka cukup memiliki kepintaran dalam memilih definisi mereka sendiri terhadap aktualisasi diri dan memiliki keterampilan yang diperlukan untuk pencapaian tujuan itu.
Hanyalah cara untuk membawa psikologi ke tingkatan lebih lanjut adalah dengan mengetahui arti kehidupan, sebab sekali anda menyimpulkan arti kehidupan anda dapat mengukur pendekatan psikologkal mana yang terbaik untuk memfasilitasi dalam menyelesaikan tujuan itu. Sepanjang sesuatu yang logis di belakang filsafat anda tentang hidup yang dapat diterima, maka label anda terhadap perawatan psikologi seharusnya cukup kredibel juga.
Tulisan ini mengargumentasikan bahwa arti kehidupan adalah untuk menjadikan anda agar dapat memenuhi sejauh mungkin. Jadi suatu definisi dari aktualisasi diri dipakai dari titik ini seterusnya akan menjadi, "pencapaian suatu tingkatan pengembangan mental di mana seseorang telah menentukan penguasaan secara penuh dan menentukan dan menciptakan identitas milik dirinya dan mampu melakukan rasa kebebasannya".
Ada lima langkah yang luas untuk pencapaian tujuan itu. Mereka dapat diringkas sebagai bertahan hidup, belajar, berpikir, mendifinisikan diri anda sendiri, dan ketundukan pada suatu sistem logis moral.
PENOLAKAN YANG SAH
Semua berikut ini dipertimbangkan filsafat psikologi dan tidak dimaksudkan untuk diambil sebagai literatur medis. Lebih lanjut, ini tidak menyampaikan "pengisian suatu lembah" ini mengambil pada status quo setelah seseorang telah meng-eliminasi setiap kepercayaan/perlakuan kontraproduktif dalam hidup mereka dan terus bergerak maju dari situ.
Jika anda pernah mencurigai masalah-masalah anda sedang diluar kendali anda jangan ragu-ragu mencari bangtuan proffesional (biaya akan dibendung). Jika anda rasa anda mungkin akan melukai diri anda atau yang lainnya, jika anda pernah mempunyai pengalaman trauma yang luar biasa pada waktu lampau, atau jika anda pernah mengalami tekanan/kesulitan tidak normal untuk waktu yang lama, maka anda harus mencari pertolongan profesional (dan daftar ini tidak ada maksud ekslusif). Bahkan jika masalah-masalah anda diluar kendali untuk membayar seorang profesional dalam membantu anda mengerti diri anda sendiri dapat mempercepat suatu proses secara luar biasa dalam perngembangan potensi anda. Membelanjakan uang untuk akal anda akan membuat anda jauh lebih senang atau bahagia daripada membelanjakan uang pada mainan baru.
"Mereka yang menjadi lebih baik bersama dengan umur merangkul kekuatan penumbuh dan pencapaian diri dan memulai mengganti kemudaan dengan bijaksana, kepolosan dengan pengertian, dan kengawuran dengan aktualisasi diri". Bo Bennet.
"Keperdulian diri atau kesadaran diri dapat mengarahkan pada pengembangan kesadaran. Hal ini dapat mengarahkan pada pengembangan pengendalian kehidupan seseorang. Keperdulian diri melibatkan suatu kapasitas bukan hanya melihat ke belakang, akan tetapi juga melihat ke depan. Keperdulian diri bukan hanya suatu pemberian, tetapi itu suatu tanggung jawab". Mutti James hannush.
Argumentasi apapun apakah Tuhan itu ada atau tidak, masih dapat diperdebatkan. Kekuatan yang sama ada pada The Big Expansion. Argumentasi sebenarnya adalah apakah kekuatan itu adalah makhluk hidup atau bukan. Tetapi bahkan itu bukan masalahnya, sebab pada keadaan yang mana saja niatannya adalah sama.
Suatu argumentasi apakah akhirat itu ada atau tidak adalah masih sama-sama dapat diperdebatkan Jalan yang paling aman adalah mengasumsikan tidak adanya akhirat, sehingga kita termotivasi untuk memakai waktu yang terpendek yang kita miliki di sini saat ini. Pada waktu bersamaan bagaimanapun, jalan yang paling aman adalah mengasumsikan adanya akhirat di mana kita akan diadili, sehingga kita termotivasi untuk mencari jalan yang benar dalam hidup. Sehingga jalan yang paling aman mengharapkan yang terbaik dan merencanakan kejadian yang terburuk.
Juga, jika tidak ada akhirat, maka waktu pendek yang kita miliki dalam hidup ini sangat penting sekali. Bagaimanapun, jika tindakan-tindakan kita menentukan kwalitas kehidupan akhirat yang sangat-sangat panjang, maka perilaku kita sekarang sangat-sangatlah penting sekali. Tidak perduli skenario yang mana saja anda pilih untuk mempercayainya, bahkan jika anda tidak percaya pada salah satu dari meraka, implikasinya adalah sama. Apapun yang sedang anda lakukan di sini, saat ini adalah sangat-sangatlah penting sekali.
Satu hal yang paling penting yang harus kita lakukan adalah sama, tidak perduli skenario yang mana, apabila ada, anda pilih untuk mempercayainya. Arti kehidupan adalah memenuhi potensi anda. Sehingga semua yang anda perlukan untuk merasa khawatir tentang suatu kenyataan bahwa apabila anda tidak mengetahui bagaimana untuk memenuhi potensi anda, maka hal yang paling penting (dengan demikian, yang terpenting) anda dapat lakukan dengan kehidupan anda adalah, mencoba menemukan "bagaimana" cara untuk memenuhi potensi anda.
Untuk mencapai potensi badan fisik anda, anda harus hidup dengan cara hidup sehat. Bagaimana untuk mencapai hal itu adalah mendokumentasikannya dengan baik dan mengerti. Menerangkannya di sini akan menjadi berlebihan. Potensi mental kita belum dipahami dengan baik.
MENCARI BAGIAN ATAS BOLA
Ada banyak teori yang kontradiksi tentang potensi apa yang tertinggi pada akal manusia. Setiap agama, pemerintah, orang tua, budaya, dan cabang budaya mempunyai definisi yang berbeda-beda terhadap manusia yang ideal. Beberapa dari teori mereka sangat artikulasi dan beberapa bahkan tidak jelas. Beberapa orang bahkan berpendapat bahwa hal itu tidak dapat diketahui. Jadi teori yang mana, jika ada, yang benar?
Pertama-tama, idenya adalah potensi kita tidak dapat diketahui merupakan pendapat yang tidak praktikal, jika tidak sepenuhnya dikatakan salah. Kenyataan permasalahnya adalah, anda hidup, dan tentu ada konsekwensi terhadap setiap perilaku anda. Konsekwensi itu mungkin menggema sampai ke dalam alam akhirat, atau konsekwensi itu mungkin hanya berakibat pada anda waktu sekarang saja ketika hidup di dunia. Jalan yang mana saja, sama-sama nyata. Untuk itu anda perlu mendapatkan pada semacam suatu kesimpulan tentang apa yang harus anda lakukan dengan hidup diri anda sendiri. Jika anda tidak mendapatkannya, maka anda menyerahkan kendali perkembangan anda. Jika anda membiarkan itu terjadi hanya ada dua kemungkinan hasilnya. Apakah akal anda akan terhenti atau mandek, atau anda akan tanpa sadar menginjinkan orang lain mengendalikan arah perkembangan diri anda. Jalan yang mana saja anda tidak akan dapat memenuhi potensi anda, dan anda akan menderita sebagai pengganti dari suatu kehidupan yang bernilai sampai (dan mungkin setelah) anda mati.
Pada satu catatan samping, jika anda memutuskan mengambil kendali terhadap perkembangan diri anda sendiri dan mencoba menentukan potensi akal tertinggi anda dengan hanya harus menerima kesimpulan-kesimpulan yang logis saja. Anda dapat mempercayai siapapun atau sistem apapun dari suatu kepercayaan sepanjang kesimpulan mereka itu logis. Akan tetapi anda harus tidak mempercayai orang-orang yang mengatakan sesuatu kepada anda yang tidak logis, tidak perduli otoritas apa yang atasnamakan. Dalam matematika, otoritas yang hanya membuktikan suatu persamaan itu benar, adalah logika. Sama juga untuk membenarkan pada suatu kepercayaan. Sesuatu yang lolos pengujian secara logika itu hanyalah otoritas yang memberikan kata "benar".
Untuk alasan ini, dari sekarang ke depan ketika berkata tentang potensi mental tertinggi kemanusiaan. Tulisan ini akan lebih suka memakai istilah yang sama yang dipakai oleh para psikologi profesional; yaitu, "aktualisasi diri". Istilah ini lebih disukai daripada "kedewasaan rohani", "kesempurnaan" atau "kedewasaan", sebab psikologi adalah ilmu pengetahuan (sains). Ini berarti tidak selalu ilmu pengetahuan itu ilmu pasti, tetapi ilmu sains itu melakukan pencarian dan penemuan kebenaran melalui sebab dan eksperimen. Ilmu itu harus tidak mempunyai kiblat, tendensi atau orientasi terhadap dogma agama atau budaya. Pemakaian istilah ilmu pengetahuan sosial "aktualisasi diri" mengambarkan kebutuhan untuk mencari dan menemukan kebenaran dengan menganalisa dunia anda secara logika dan dengan apa adannya.
APA KESAMAAN MILIK OLEH ATHENA DAN WINA?
Dua pertanyaan yang ingin kita tanyakan adalah: apa itu aktualisasi diri?, dan bagaimana untuk mencapainya?
Definisi secara offisial tentang "aktualisasi diri" adalah: "mengembangkan atau meraih potensi seseorang" (dari Dictionary.com Unabridged (v 1.1))
Anehnya, definisi itu tidak jelas dan tak berguna. Definisi itu tidak mengatakan tentang apa potensi kita atau bagaimana untuk meraihnya.
Mengapa kata ini diciptakan tetapi definisinya hanya setengah? Sebenarnya ada jawaban yang sangat menarik terhadap pertanyaan itu yang mana memotong inti dari ilmu filsafat dan psikologi, dan suatu perjuangan untuk menyamakan suatu keadaan yang masih sering bertentangan dari dua bidang itu secrara bebas atau tidak saling tergantung.
Tujuan utama ilmu filsafat adalah untuk mendapatkan atau menemukan kebenaran. Akan tetapi apa gunananya suatu kebenaran? Kebenaran hanya berguna bagi anda untuk dipakai pada kehidupan anda. Sehingga betul-betul, tujuan dari filsafat adalah menemukan kebenaran yang akan membantu terhadap kehidupan anda. Akan tetapi kebenaran tidak akan berguna bagi anda jika anda tidak mengetahui apa yang seharusnya anda lakukan dengan kehidupan anda. Jadi tujuan filsafat sebenarnya adalah untuk menemukan apa yang sebenarnya harus anda lakukan dengan kehidupan anda lalu kemudian temukan kebenaran yang paling baik untuk membantu anda dalam mencapai tujuan itu. Tetapi apakah sebenarnya kehidupan anda itu? Kehidupan anda didefinisikan oleh pengalaman apa yang dialami oleh akal anda. Ini berarti tujuan dari ilmu filsafat untuk menemukan apa yang sebenarnya harus anda lakukan dengan akal anda dan kemudian temukan kebenaran yang akan membantu anda menyelesaikan tujuan hidup anda.
Agar mengerti apa yang dilakukan dengan akal anda pertama-tama anda harus mengetahui akal anda. Untuk melakukan hal itu anda butuh mempelajari akal anda. Mempelajari akal disebut psikologi. Jadi tujuan filosofi dan psikologi utamanya adalah satu dan itu sama. Ilmu filsafat hanya pendekatan suatu tujuan dari luar ke dalam dan ilmu psikologi adalah pendekatan suatu tujuan dari dalam ke luar.
Sayangnya, ilmu filsafat tidak melakukan sebanyak yang seharusnya dalam membantu kita untuk mengerti tentang kehidupan, sebab filsafat profesional mempunyai sangat sedikit aturan, dan apapun aturan yang dipunyai dapat dengan mudah menjadi rusak dengan konsekwensi sedikit resiko negatip terhadap keprofesionalanya. Secara tradisional, filosof hanyalah orang-orang sembarangan/siapa saja (biasanya kelas atas) mempunyai banyak waktu mempertanyakan pertanyaan acak yang "mendalam" dan menyatakan kesimpulan mereka sebagai kenyataan. Sebagai hasil dari ini tidak mengherankan bahwa filosof sangat jarang diambil secara serius. mereka memetodologikan dan kemudian kesimpulan mereka terlalu acak.
Psikolog profesional, di lain pihak, adalah (sekarang) terikat oleh tuntunan moral dan prosedur yang ketat. Keadaan ini adalah standar kwalitas untuk suatu penelitian dan mencegah perlakuan tidak etis pada manusia. Bagaimanapun, ini juga berlaku seperti batasan ketat dalam progres penelitian/pengobatan secara psikologi.
Penelitian psikologi adalah dengan kwantitatif alam. Jika percobaan anda tidak dapat diukur dan pengukuran-pengukuran itu tidak dapat direproduksi dengan hasil-hasil yang konsisten, hasil-hasil itu tidak akan dipublikasikan. Kemudian hasil-hasil tidak akan diterima. Ini yang membatasi psikologi sebab anda tidak dapat membuktikan secara empiris apakah potensi yang paling tinggi dari akal pikiran manusia. Jika anda tetap membuat pengakuan, apapun itu akan secara benar dilebeli paling baik sebagai filosofi atau paling jelek sebagai pendapat.
Ini berarti psikologi profesional telah memotong kakinya sendiri. Jika anda tidak dapat atau tidak ingin memutuskan potensi apa yang paling tinggi pada manusia, maka apa tujuan akhir anda bekerja terus menerus ketika sedang mengelola perawatan psikologi?. Tentu, anda dapat mengurangi penderitaan mental, tetapi anda tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Jadi, semua yang harus dapat anda lakukan adalah isi lembah itu dan jaga status quo. Bahkan pernah ada suatu tulisan sandiwara yang mengeksplorasi teka-teki ini berjudul "Equus" oleh Peter Shaffer.
Psikologi tidak harus tanpa pegangan sebagai jangkar. Jika tidak ada yang lain, tujuannya harus mengembangkan akal orang-oramg ke arah suatu titik yang mereka cukup memiliki kepintaran dalam memilih definisi mereka sendiri terhadap aktualisasi diri dan memiliki keterampilan yang diperlukan untuk pencapaian tujuan itu.
Hanyalah cara untuk membawa psikologi ke tingkatan lebih lanjut adalah dengan mengetahui arti kehidupan, sebab sekali anda menyimpulkan arti kehidupan anda dapat mengukur pendekatan psikologkal mana yang terbaik untuk memfasilitasi dalam menyelesaikan tujuan itu. Sepanjang sesuatu yang logis di belakang filsafat anda tentang hidup yang dapat diterima, maka label anda terhadap perawatan psikologi seharusnya cukup kredibel juga.
Tulisan ini mengargumentasikan bahwa arti kehidupan adalah untuk menjadikan anda agar dapat memenuhi sejauh mungkin. Jadi suatu definisi dari aktualisasi diri dipakai dari titik ini seterusnya akan menjadi, "pencapaian suatu tingkatan pengembangan mental di mana seseorang telah menentukan penguasaan secara penuh dan menentukan dan menciptakan identitas milik dirinya dan mampu melakukan rasa kebebasannya".
Ada lima langkah yang luas untuk pencapaian tujuan itu. Mereka dapat diringkas sebagai bertahan hidup, belajar, berpikir, mendifinisikan diri anda sendiri, dan ketundukan pada suatu sistem logis moral.
PENOLAKAN YANG SAH
Semua berikut ini dipertimbangkan filsafat psikologi dan tidak dimaksudkan untuk diambil sebagai literatur medis. Lebih lanjut, ini tidak menyampaikan "pengisian suatu lembah" ini mengambil pada status quo setelah seseorang telah meng-eliminasi setiap kepercayaan/perlakuan kontraproduktif dalam hidup mereka dan terus bergerak maju dari situ.
Jika anda pernah mencurigai masalah-masalah anda sedang diluar kendali anda jangan ragu-ragu mencari bangtuan proffesional (biaya akan dibendung). Jika anda rasa anda mungkin akan melukai diri anda atau yang lainnya, jika anda pernah mempunyai pengalaman trauma yang luar biasa pada waktu lampau, atau jika anda pernah mengalami tekanan/kesulitan tidak normal untuk waktu yang lama, maka anda harus mencari pertolongan profesional (dan daftar ini tidak ada maksud ekslusif). Bahkan jika masalah-masalah anda diluar kendali untuk membayar seorang profesional dalam membantu anda mengerti diri anda sendiri dapat mempercepat suatu proses secara luar biasa dalam perngembangan potensi anda. Membelanjakan uang untuk akal anda akan membuat anda jauh lebih senang atau bahagia daripada membelanjakan uang pada mainan baru.
PROGRAM LIMA LANGKAH
Di sini pengenalan secara singkat terhadap masing-masing lima langkah untuk pencapaian aktualisasi diri. Setelah pencerahan masing-masing dari mereka, mereka akan diterangkan secara mendalam dalam bagiannya masing-masing.
Langkah pertama adalah bertahan hidup
Jika anda telah meninggal dunia anda tidak dapat melakukan apapun dengan kehidupan anda. Hal ini memang begitu tanpa terbantahkan, tetapi itu sering terlalu dibesar-besarkan bahwa ada keterampilan yang akan tetap hidup yang dapat diajarkan, pelajari dan kuasai. Itu disebut tanggungjawab. Jika anda tidak mempunyai keterampilan itu anda perlu agar cepat-cepat dan mempelajarinya, sebab sesuatu yang hanya dapat membuat anda tetap hidup sekarang adalah keberuntungan.
Langkah ke dua adalah belajar
Pengetahuan akan mempertinggi blok bangunan akal anda. Setiap pemikiran yang anda pikir dapat diuraikan ke dalam pengetahuan yang kecil-kecil. Jadi, semua yang dapat anda pikirkan dan setiap yang dapat anda lakukan ditentukan oleh seberapa banyak pengetahuan yang telah anda proses. Dengan demikian keberhasilan anda dalam kehidupan tergantung pada belajar.
Langkah ke tiga adalah berpikir
Pengetahuan itu sendiri adalah hanya memasukkan data. Jika anda tidak menguasai bagaimana cara agar bisa masuk akal tentang data itu dan cara memakainya dalam hidup, maka yang baik hanyalah hal yang akan anda lakukan adalah mengalihkannya kepada seseorang yang akan membayar anda...seperti suatu permainan pembawa acara. Dalam kehidupan nyata anda perlu untuk berpikir, sebab lebih baik anda dalam membuat keputusan, itu anda dapat lebih baik dalam menjalani hidup. Lebih buruk kemampuan anda dalam membuat keputusan lebih buruk pula anda dapat mengendalikan kehidupan anda atau menjadi berhasil pada bidang apapun.
Langkah ke empat adalah mengembangkan filosofi anda sendiri terhadap kehidupan
Jika anda tidak memahami kehidupan untuk diri anda sendiri, maka anda tidak mempunyai kemauan bebas. Jika anda tidak memiliki kemauan bebas anda tidak dapat benar-benar memiliki personalitas sendiri. Jika anda tidak memiliki personalitas anda sendiri, maka anda tidak akan pernah dapat benar-benar menjadi diri anda sendiri.
Di sini pengenalan secara singkat terhadap masing-masing lima langkah untuk pencapaian aktualisasi diri. Setelah pencerahan masing-masing dari mereka, mereka akan diterangkan secara mendalam dalam bagiannya masing-masing.
Langkah pertama adalah bertahan hidup
Jika anda telah meninggal dunia anda tidak dapat melakukan apapun dengan kehidupan anda. Hal ini memang begitu tanpa terbantahkan, tetapi itu sering terlalu dibesar-besarkan bahwa ada keterampilan yang akan tetap hidup yang dapat diajarkan, pelajari dan kuasai. Itu disebut tanggungjawab. Jika anda tidak mempunyai keterampilan itu anda perlu agar cepat-cepat dan mempelajarinya, sebab sesuatu yang hanya dapat membuat anda tetap hidup sekarang adalah keberuntungan.
Langkah ke dua adalah belajar
Pengetahuan akan mempertinggi blok bangunan akal anda. Setiap pemikiran yang anda pikir dapat diuraikan ke dalam pengetahuan yang kecil-kecil. Jadi, semua yang dapat anda pikirkan dan setiap yang dapat anda lakukan ditentukan oleh seberapa banyak pengetahuan yang telah anda proses. Dengan demikian keberhasilan anda dalam kehidupan tergantung pada belajar.
Langkah ke tiga adalah berpikir
Pengetahuan itu sendiri adalah hanya memasukkan data. Jika anda tidak menguasai bagaimana cara agar bisa masuk akal tentang data itu dan cara memakainya dalam hidup, maka yang baik hanyalah hal yang akan anda lakukan adalah mengalihkannya kepada seseorang yang akan membayar anda...seperti suatu permainan pembawa acara. Dalam kehidupan nyata anda perlu untuk berpikir, sebab lebih baik anda dalam membuat keputusan, itu anda dapat lebih baik dalam menjalani hidup. Lebih buruk kemampuan anda dalam membuat keputusan lebih buruk pula anda dapat mengendalikan kehidupan anda atau menjadi berhasil pada bidang apapun.
Langkah ke empat adalah mengembangkan filosofi anda sendiri terhadap kehidupan
Jika anda tidak memahami kehidupan untuk diri anda sendiri, maka anda tidak mempunyai kemauan bebas. Jika anda tidak memiliki kemauan bebas anda tidak dapat benar-benar memiliki personalitas sendiri. Jika anda tidak memiliki personalitas anda sendiri, maka anda tidak akan pernah dapat benar-benar menjadi diri anda sendiri.
Langkah ke lima adalah menciptakan diri anda sendiri
Anda memiliki kemampuan otak yang sangat menakjubkan dapat mengingat seluruh buku-buku dan merancang cara untuk membangun pesawat luar angkasa, dan meskipun tujuan-tujuan itu mempunyai tempat mereka sendiri bukan karena itu anda ada di sini. Anda di sini menjadi anda sekarang juga tak perduli berapa banyak pesawat luar angkasa yang telah anda miliki. Jika anda melakukan pembuatan banyak pesawat luar angkasa dan mereka semua rusak kehidupan anda tidak akan dianggap tanpa arti, sebab arti kehidupan bukan menyelesaikan setiap tujuan eksternal. Tetapi arti kehidupan itu adalah untuk menciptakan diri anda sendiri.
Sebagaimana alam semesta mewujudkan anda akhirnya memiliki suatu kesempatan untuk mengalami kesanggupan merasa. Dan pada intinya sebagai makhluk berakal adalah untuk menjadi individu dengan anda sendiri terhadap pikiran, keinginan, tujuan, ketidak sukaan, kekhawatiran, dlsb, yang anda pilih atau ciptakan. Tetapi jika anda tidak dengan sadar dan sistematis menciptakan diri anda sendiri, maka anda beresiko membuang dan menyia-nyiakan masa ribuan tahun terhadap kerja keras hanya untuk menjadi sebuah bayang-bayang kusam sebagai anda yang seharusnya.
Sebagai seorang anak Tuhan anda telah diciptakan untuk menjadi bebas berkeinginan, sebagai makhluk hidup sepenuhnya. Tujuan utama dalam penciptaan anda dalam bentuk dan tempat anda berada adalah untuk memberi anda suatu kesempatan menciptakan diri anda sendiri sebagaimana yang anda inginkan untuk menjadi pengati Tuhan menciptakan anda sebagai suatu jiplakan (clone), budak atau mainan. Tetapi ini tidak begitu saja terjadi dengan sendirinya. Anda harus melakukan pemgendalian terhadap prosesnya.
Comments
Post a Comment